Rendahnya tingkat pelayanan air bersih di pedesaan, serta terbatasnya sumber daya, baik faktor manusia, kesulitan bahan-bahan dan alat, serta terbatasnya dana, menjadi masalah tersendiri dalam upaya penyediaan air bersih di pedesaan. wilayah yang sulit terjangkau serta pemukiman yang menyebar dan bencana gempa bumi dan tsunami yang mengalami kerusakan total khususnya pada daerah pedesaan yang terletak disepanjang pesisir pantai barat samudera indonesia, semakin menyulitkan dalam ha! distribusi air dan pelayanan. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain sistem penyediaan air bersih pedesaan sehingga diharapkan mampu menanggulangi permasalahn kebutuhan air bersih di pedesaan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. penelitian ini dilaksanakan di desa reudeup kecamatan mereubo kabupaten aceh barat. pengumpulan data diperoleh dari data populasi jumlah penduduk desa dari kepala desa reudeup kecamatan meureubo dan kantor statistik meulaboh, data teknis langkah-langkah dalam pengujian air dan cara penggunaan alat gps serta program epanet dari ngo ird acch baral, data sumber air bor dari p2k.p aceh barat, dan data pengujian air dari laboratorium ngo crs aceh baral dan dinas kesehatan aceh barat. untuk pengukuran debit mata air menggunakan metode tampung dengan perhitungan penguk.uran debit q v / t. untuk analisa pipa diperoleh dengan program epanet dan desain penyediaan air bersih mempergunakan autocad. sedangkan pengujian kualitas air diambil dari beberapa test kualitas air dilapangan dan uji test laboratorium. pengukuran debit air menghasilkan debit rata-rata 0,568 liter/detik, panjang pipa trasmisi 168 meter dan panjang pipa distribusi 850 meter menggunakan pipa pvc 1,5 inci, dan diameter pipa 38 mm melayani 45 kk dari 143 jiwa penduduk pemeriksaan kualitas air di lapangan mendapatkan hasil yang sama dengan uji test laboratorium sesuai keputusan menteri kesehatan republik indonesia nomor 907/menkes/sk/vil/2002. kebutuhan air pada sambungan rum ah (sr) yang melayani 45 kk sebesar 13,5 m3/hari ditambah debit kebocoran sebesar 20% menjadi = 16,2 m'/hari dikalikan dengan faktor harian maksimum (qa), yaitu 1,i maka diperolah hasil sebesar 17,82 m'/hari., untuk kebutuhan kamar mandi umum tidak dihitung karena tidak dilakukan pemasangan pipa pada kr an umum. kapasitas reservoir distribusi terbangun direncanakan sckitar 37 % dari pemakaian hari maksimum sebesar 24,41 m/hari. semakin tinggi elevasi terhadap letak reservoir maka semakin besar tekanan air yang dialirkan kerumah-rumah penduduk. kecanggihan alat yang digunakan dalam penelitian ini mempermudah dalam membuat perencanaan suatu sistem penyediaan air bersih pedesaan, seperti gps, map source, epanet dan autocad.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DESAIN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH PEDESAAN. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007
Baca Juga : STUDI PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN BANGUNAN SARANA AIR BERSIH BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA PAYA BEKE KECAMATAN SILIH NARA KABUPATEN ACEH TENGAH (MULYADI, 2025)
Abstract
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK BIOETANOL DARI PELEPAH SAWIT DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 60.000 TON/TAHUN (Ayu Nova Rida, 2016)