Betambahnya jumlah penduduk tentunya akan menambah permintaan terhadap kebutuhan pangan khususnya komoditi beras. untuk meningkatkan produksi pangan tersebut sangat dibutuhkan daya dukung lahan dan air yang mencukupi. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai perbandingan kebutuhan air konsumtif harian untuk tanaman padi konvensional dan metode sri selama satu musim tanam yang diperoleh berdasarkan pengukuran langsung di lapangan dengan menggunakan lisimeter dan perhitungan menggunakan rumus penman modifikasi. data yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah adalah data harian yang terdiri dari data evapotranspirasi, temperatur udara, kelembaban relatif, kecepatan angin dan lamanya penyinaran matahari. pengumpulan data dilakukan selama i05 hari dimulai 20 maret 2012 dan berakhir 2 2012. evapotranspirasi harian diukur dengan menggunakan lisimeter yang juli letakkan pada laboratorium model di jalan cut nyak dhien km 5.5 no. i dusun ayahanda. ajun, peukan bada. aceh besar. peralatan untuk mengukur data lainnya diletakkan berdekatan dengan di lisimeter. rumus estimasi dihitung dengan menggunakan nilai evapotranspirasi dan data klimatologi. hasil penelitian ini menghasilkan nilai et rata-rata padi konvensional sebesar 3,9 mm/hari dengan nilai kc rata-rata sebesar 0,86 yang menghasilkan padi sebanyak 1,8 kg/6m' dan ete rata-rata padi sri sebesar 2,6 mm/hari dengan nilai kc rata-rata 0,76 menghasilkan padi sebanyak 2.5 kg/6m. karena semakin besar nilai kc maka konsumsi air untuk pertumbuhan tanaman semakin tinggi, sehingga padi metode sri lebih hemat air dan hasil panen lebih besar dibandingkan dengan padi budidaya konvensional. semoga di masa depan metode padi sri akan berkembang pesat pada masyarakat petani indonesia.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KOMPOSISI KEBUTUHAN AIR KONSUMTIF TANAMAN PADI METODE KONVENSIONAL DAN METODE SRI ORGANIK. Banda Aceh Fakultas Teknik,2012
Baca Juga : PERUBAHAN SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH, SERTA HASIL JAGUNG (ZEA MAYS L.) AKIBAT PERBEDAAN JENIS DAN DOSIS BAHAN ORGANIK PADA INCEPTISOL KRUENG RAYA (Iwan Saputra, 2025)