Jenis alat tangkap rawai yang digunakan di gampong deah raya adalah jenis rawai dasar. berdasarkan survei awal di gampong deah raya dapat diketahui bahwa ukuran mata pancing rawai yang digunakan adalah ukuran mata pancing nomor 7 dan nomor 9. mata pancing nomor 9 banyak tertelan pada ikan yang ditangkap karna ukurannya lebih kecil dibandingkan mata pancing nomor 7 yang menyebabkan nelayan harus mengganti mata pancing setiap melakukan kegiatan setting, oleh karena itu penelitian ini dilakukan guna mengingat pentingnya pemilihan ukuran mata pancing yang tepat dalam meningkatkan hasil tangkapan alat tangkap rawai. tujuan penelitian ini untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan alat tangkap rawai ukuran mata pancing nomor 7 dan nomor 9. penelitian ini dilaksanakan di teupin deah raya, kecamatan syiah kuala pada bulan juni-juli 2024. metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara dari nelayan yang mendaratkan hasil tangkapannya di lokasi penelitian. jumlah sampel hasil tangkapan yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 6 unit alat tangkap rawai yang didaratkan di teupin deah raya yang memiliki panjang tali utama 1000 meter dengan jumlah mata pancing sebanyak 200 unit mata pancing. analisis data menggunakan metode deskriptif dan metode analisis pendekatan perhitungan dengan rumus proporsi hasil tangkapan. hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan utama rawai dasar yaitu asuan (lethrinus miniatus), barakuda (sphyraena), gabus laut (rachycentron canadum), kerapu macan (epinephelus fuscoguttatus), kurisi hijau (aprion virescens), kuwe (caranx ignobilis), lencam dusun (lethrinus lentjan), dan todak (xiphias gladius). hasil tangkapan mata pancing nomor 7 didominasi oleh ikan kuwe (caranx ignobilis) sebanyak 114 ekor dengan berat 180.500 gr dan hasil tangkapan mata pancing nomor 9 didominasi oleh ikan barakuda (sphyraena) sebanyak 119 ekor dengan berat 77.200 gr. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ukuran mata pancing nomor 7 memberikan jumlah dan berat hasil yang lebih besar dengan berat keseluruhan tangkapan sebesar 465.210 gram sedangkan mata pancing nomor 9 menghasilkan berat keseluruhan tangkapan sebesar 341.360 gram.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI HASIL TANGKAPAN BERDASARKAN VARIASI UKURAN MATA PANCING RAWAI YANG DIDARATKAN DI TEUPIN DEAH RAYARNKECAMATAN SYIAH KUALA. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan perikanan,2024
Baca Juga : KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PANCING RAWAI (BOTTOM LINE) YANG DIDARATKAN DI PENDARATAN IKAN TRADISIONAL LANCANG KEMBANG RNTANJONG PIDIE (Qurrata Akyun, 2024)
Abstract
The type of longline used in Gampong Deah Raya is the bottom longline type. Based on a survey in Gampong Deah Raya, it can be seen that the size of the longline hooks used are hook size 7 and hook size 9. Hook size 9 is often swallowed by the fish caught because it is smaller than hook size 7, which causes the fishermen to change the hook every time they set it, therefore this study was conducted to remind the importance of choosing the right hook size to increase the catch of longline. The aim of this study was to analyse the catch composition of longline fishing gear with hook sizes 7 and 9. This study was conducted in Teupin Deah Raya, Syiah Kuala district in June-July 2024. The data collection method used was observation and interviews, the number of catch samples taken in this research was 6 units of longline landed at Teupin Deah raya which had a main line length of 1000 meters with a total of 200 fishing hooks. Data analysis uses descriptive methods and analytical methods of calculation approach with the proportional formula of catch results. The results of the study showed that the composition of the main catch of the bottom longline was trumpet emperor (Lethrinus miniatus), baraccuda (Sphyraena), snakehead (Rachycentron canadum), brown marbled grouper (Epinephelus fuscoguttatus), seabream (Aprion virescens), giant trevally (Caranx ignobilis), spangled emperor (Lethrinus lentjan), and swordfish (Xiphias gladius). The catch of hook number 7 was dominated by giant trevally (Caranx ignobilis) as many as 114 fish with 180,500 grams and the catch of hook number 9 was dominated by barracuda fish (Sphyraena) as many as 119 fish with 77,200 grams.s From the results of the study it can be concluded that the size of hook number 7 produces a greater number and weight of results with a weight of 465,210 grams while hook number 9 produces a weight of 341,360 grams.
Baca Juga : PENGARUH UKURAN MATA PANCING TERHADAP HASIL TANGKAPAN PANCING ULUR DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) LAMBADA KABUPATEN ACEH BESAR (Bunuatus Salma, 2024)