Abstrak m afif augiansyah 2024 penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana membunuh dan memperniagakan organ tubuh harimau sumatera di daerah aceh timur (suatu penelitian di wilayah hukum pengadilan negeri idi) fakultas hukum universitas syiah kuala (vi, 73), pp., tabl., bibl. (khairil akbar, s.hi., m. h.) harimau sumatera termasuk salah satu satwa liar yang dilindungi oleh pasal 21 ayat (2) junto pasal 40 ayat (2) undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 (lima) tahun dan denda maksimal rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah). namun, dalam penerapannya di lapangan khususnya di wilayah hukum pengadilan negeri idi, putusan atau vonis yang dijatuhi hakim cenderung ringan dan belum mencapai tujuan dengan maksimal. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum yang dilakukan oleh hakim di pengadilan negeri idi dalam memutuskan kasus tindak pidana pembunuhan dan perniagaan organ tubuh harimau sumatera demi mencapai tujuan hukum yang diamanatkan dalam undangundang nomor 5 tahun 1990 dan untuk menjelaskan upaya yang dilakukan untuk meminimalisir tindak pidana pembunuhan dan perniagaan organ tubuh harimau sumatera. penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. data sekunder diperoleh melalui penelitian kepustakaan dengan membaca referensi dan literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. data primer di peroleh melalui penelitian lapangan dengan melakukan wawancara dengan responden dan informan. berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa penegakan hukum oleh hakim di pengadilan negeri idi dalam kasus tindak pidana membunuh dan memperniagakan organ tubuh harimau sumatera menghasilkan putusan yang belum maksimal, sehingga tidak tercapainya tujuan hukum dari penerapan pidana itu sendiri yaitu memberikan efek jera bagi para pelaku dan belum menjadi ancaman yang menakutkan bagi masyarakat agar tidak melakukan tindak pidana yang sama. upaya penegak hukum dalam melaksanakan pelindungan untuk mencegah terjadi kembali tindak pidana membunuh dan memperniagakan organ tubuh harimau sumatera adalah dengan upaya preventif seperti memberikan pendidikan hukum kepada masyarakat. serta upaya represif yaitu melakukan upaya hukum secara maksimal dimulai dari tahap penyelidikan sampai pada penjatuhan putusan di pengadilan. disarankan kepada pihak yang berwenang agar memaksimalkan fungsinya dalam upaya pelindungan terhadap harimau sumatera sebagai satwa dilindungi. baik dengan cara sosialisasi terhadap masyarakat, meningkatkan sarana dan prasarana pelindungan harimau sumatera seperti pelatihan petugas dan patroli, serta penegakan hukum dengan vonis yang tegas terhadap para pelaku agar memberikan efek jera dan menjadi ancaman bagi masyarakat luas agar tidak melakukan tindak pidana yang sama.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MEMBUNUH DAN MEMPERNIAGAKAN ORGAN TUBUH HARIMAU SUMATERA DI DAERAHRNACEH TIMUR (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI IDI). Banda Aceh Fakultas Hukum (S1),2024
Baca Juga : TINDAK PIDANA PENAMBANGAN TANPA IZIN (ILLEGAL MINING) DAN PENEGAKAN HUKUMNYA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI MEULABOH) (Rivanza Al Achyar, 2023)