Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Qurrata Akyun, KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN PANCING RAWAI (BOTTOM LINE) YANG DIDARATKAN DI PENDARATAN IKAN TRADISIONAL LANCANG KEMBANG RNTANJONG PIDIE. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1),2024

Informasi terkait tangkapan ikan menggunakan pancing rawai masih sangat sedikit dan belum ada penelitian yang meneliti alat tangkap ini secara khusus dan terperinci di desa lancang kecamatan kembang tanjong pidie sehingga penulis tertarik untuk meneliti “komposisi hasil tangkapan pancing rawai (bottom line) yang didaratkan di pendaratan ikan tradisional lancang, kembang tanjong, pidie”. tujuan penelitian ini adalah mengetahui komposisi hasil tangkapan dan mengetahui distribusi ukuran dari hasil tangkapan pancing rawai. penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan agustus 2023 bertempat di pendaratan ikan tradisional lancang, kembang tanjong, pidie. metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei dan wawancara data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder dengan menganalisis komposisi hasil tangkapan dan analisis ukuran hasil tangkapan. jenis hasil tangkapan yang didapatkan menggunakan alat tangkap pancing rawai terdapat 13 jenis ikan, diantaranya 7 jenis hasil tangkapan utama yaitu kuwe florida (trachinotus carolinus), kurisi (nemipterus sp.), kerapu balong (epinephelus coioides), swanggi (priacanthus sp), dan kapasan (gerreidae sp.), beloso (saurida undosquamis), dan pari gitar (pseudobatos productus) dan 6 jenis hasil tangkapan sampingan yaitu : caroang (cylosurus crocodilus), ikan sebelah (pleuronectidae sp.), kerapu merah (plectropomus leopardus), kwee (carangoides armatus), jemuduk (caranx ignobilis dan cakalang (katsuwonus pelamis). sedangkan berdasarkan ukuran hasil tangkapan yaitu berkisar kurisi (18,1-19,1 cm), kwee (27,1-30,1 cm), kerapu balong (17,5-19,5 cm), swanggi (25,5-27,5 cm) dan kapasan (24,1-25,1 cm). sedangkan interval kelas terendah yaitu : ikan kurisi (12,1-13,1 cm), kwee (19,1-22,1 cm) kerapu balong (35,1-42,1 cm), swanggi (29,5-31,5, 31,5-36,5 cm) dan kapasan (18,1-19,1 cm).



Abstract

Information on collecting data on fish catches using longline fishing gear is still very limited and there has been no research that examines this fishing gear specifically and in detail so the author is interested in taking the title "Composition of Longline Fishing Catches (Bottom Line) Landed at Traditional Fish Landings Lancang, Kembang Tanjong, Pidie”. The aim of this research is to determine the composition of the catch and determine the size distribution of the longline fishing catch. This research was carried out in August 2023 at the Lancang traditional fish landing, Kembang Tanjong, Pidie. The research method used is a descriptive method in the nature of surveys and interviews. The data collected includes primary and secondary data by analyzing the composition of the catch and analyzing the size of the catch. There are 13 types of fish caught using longline fishing gear, including 7 main types of catch, namely Florida trevally (Trachinotus carolinus), kurisi (Nemipterus sp.), Balong grouper (Epinephelus coioides), Swanggi (Priacanthus sp.), and cotton (Gerreidae sp.), beloso (Saurida undosquamis), and guitar rays (Pseudobatos productus) and 6 types of by-catch, namely: caroang (Cylosurus crocodilus), sea fish (Pleuronectidae sp.), red grouper (Plectropomus leopardus), kwee (Carangoides armatus), jemuduk (Caranx ignobilis), and skipjack tuna (Katsuwonus pelamis). Meanwhile, based on the size of the catch, it ranges from kurisi (18.1-19.1 cm), Kwee (27.1-30.1 cm), Balong grouper (17.5-19.5 cm), swanggi (25.5- 27.5 cm) and cotton (24.1-25.1 cm). Meanwhile, the lowest class intervals are: kurisi fish (12.1-13.1 cm), kwee (19.1-22.1 cm), Balong grouper (35.1-42.1 cm), swanggi (29.5-31 .5, 31.5-36.5 cm) and cotton (18.1-19.1 cm).



    SERVICES DESK