Telah dilakukan penelitian mengenai studi karakteristik estuari kabupaten aceh jaya wilayah timur. kabupaten aceh jaya memiliki luas wilayah sebesar 3.814 kilometer persegi, menjadi wilayah yang sangat diandalkan oleh masyarakatnya dalam memanfaatkan estuari. namun, ketika estuari diintegrasikan dalam kegiatan perkotaan, industri, dan rekreasi, perlu diakui dapat berdampak pada lingkungan sekitarnya. pengelolaan lahan yang tidak tepat berpotensi mengakibatkan perubahan dalam kualitas air dan keseimbangan ekosistem di daerah estuari. oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap karakteristik estuari menjadi penting untuk memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya ini dilakukan secara berkelanjutan dan berdampak positif terhadap ekonomi dan lingkungan setempat. penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi karakteristik serta kondisi lingkungan di estuari kabupaten aceh jaya wilayah timur. metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. parameter yang diperhatikan dalam penelitian ini meliputi ph, salinitas, suhu, total suspended solids (tss), pasang surut, dan geomorfologi. data dikumpulkan dari lima lokasi utama di sepanjang wilayah tersebut, yaitu kuala rigaih, kuala meurisi, kuala krueng sabee, kuala panga, dan kuala teunom. hasil penelitian menunjukkan variasi yang signifikan dalam nilai ph, salinitas, dan tss di setiap lokasi. nilai suhu permukaan laut didapati nilai terendah pada nilai 28,9oc pada kuala panga dan yang tertinggi pada kuala teunom yaitu 31,1oc. nilai ph berkisar antara 6,4 hingga 7,6, dengan ph terendah ditemukan di area sungai dan estuari, sedangkan ph tertinggi berada di area laut. salinitas bervariasi dari 0,3 ppt di sungai hingga 33 ppt di laut, mencerminkan transisi dari air tawar menuju air asin di muara. konsentrasi tss tertinggi pada titik yang ditentukan tercatat di estuari kuala meurisi sebesar 263 mg/l, sementara nilai terendah ditemukan di laut kuala krueng sabee sebesar 13 mg/l. model pasang surut menunjukkan nilai pasang tertinggi sebesar 0,3 m dan nilai surut terendah sebesar -0,2 m. lebar estuari terbesar tercatat di kuala teunom (192 meter) dan terkecil di kuala rigaih (20 meter). tiga estuari memiliki tipe open estuary yaitu kuala rigaih, kuala krueng sabee, dan kuala teunom dan dua lagi semi-enclosed estuary yaitu kuala meurisi dan kuala panga. jenis sedimen yang dominan adalah pasir halus dan pasir sangat halus, dengan vegetasi di sekitar area penelitian meliputi katang, pohon pinus, dan mangrove. analisis ini memberikan wawasan tentang dinamika estuari dan kondisi lingkungan yang mempengaruhi kualitas air di wilayah aceh jaya bagian timur, serta dapat digunakan sebagai dasar untuk pengelolaan dan konservasi estuari di masa depan. kata kunci : total suspended solid, pasang surut, ph, suhu permukaan laut, geomorfologi, estuari.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI KARAKTERISTIK ESTUARI KABUPATEN ACEH JAYA WILAYAH TIMUR. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan / Prodi Ilmu Kelautan (S1),2024
Baca Juga : STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI WILAYAH ESTUARI KRUENG ACEH PASCATSUNAMI (Raudhatul Jannah, 2022)
Abstract
esearch has been conducted on the Study of Estuary Characteristics of Aceh Jaya Regency in the Eastern Region. Aceh Jaya Regency has an area of 3,814 square kilometers, being an area that is heavily relied upon by its people in utilizing the estuary. However, when the estuary is integrated in urban, industrial, and recreational activities, it needs to be recognized that it can have an impact on the surrounding environment. Improper land management can potentially result in changes in water quality and ecosystem balance in estuary areas. Therefore, an in-depth understanding of the characteristics of estuaries is important to ensure that the utilization of these resources is sustainable and has a positive impact on the local economy and environment. This study was conducted with the aim of analyzing and identifying the characteristics and environmental conditions in the estuary of the eastern Aceh Jaya Regency. The method used in this study was purposive sampling. Parameters considered in this study include pH, salinity, temperature, Total Suspended Solids (TSS), tides, and Geomorphology. Data were collected from five main locations along the area, namely Kuala Rigaih, Kuala Meurisi, Kuala Krueng Sabee, Kuala Panga, and Kuala Teunom. The results showed significant variations in pH, salinity and TSS values at each site. Sea Surface Temperature values were found to be the lowest value at 28.9oC in Kuala Panga and the highest in Kuala Teunom which is 31.1oC. The pH values ranged from 6.4 to 7.6, with the lowest pH found in the river and estuary areas, while the highest pH was in the marine area. Salinity varied from 0.3 ppt in the river to 33 ppt in the sea, reflecting the transition from freshwater to saltwater in the estuary. The highest TSS concentration at the designated points was recorded in the Kuala Meurisi estuary at 263 mg/L, while the lowest value was found in the Kuala Krueng Sabee sea at 13 mg/L. The tidal model shows the highest tidal value of 0.3 Meters and the lowest tidal value of -0.2 Meters. The largest estuary width was recorded in Kuala Teunom (192 meters) and the smallest in Kuala Rigaih (20 meters). Three estuaries have an open Estuary type namely Kuala Rigaih, Kuala Krueng Sabee, and Kuala Teunom and two more semi-enclosed estuary namely Kuala Meurisi and Kuala Panga. The dominant sediment types are fine sand and very fine sand, with vegetation around the study area including katang, pine trees, and mangroves. This analysis provides insight into estuary dynamics and environmental conditions affecting water quality in the eastern Aceh Jaya region, and can be used as a basis for future estuary management and conservation. Keywords : Total Suspended Solid, Tidal, pH, Sea Surface Temperature, Geomorphology, Estuary.
Baca Juga : STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI ESTUARI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) LAMBADA LHOK, ACEH BESAR (Ana Safitri, 2019)