Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Ariani Wahyu Utami, PERSEPSI NELAYAN PURSE SEINE TERHADAP PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NO 11 TAHUN 2023 TENTANG PENANGKAPAN IKAN TERUKUR YANG BERBASIS DI PPS KUTARAJA LAMPULO.. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1),

Penangkapan secara ilegal menjadi penyebab utama terjadinya overfishing dan berkurangnya populasi ikan di indonesia. dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah menerapkan kebijakan peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2023 tentang penangkapan ikan terukur. kebijakan ini adalah kebijakan yang mengatur jumlah tangkapan ikan sesuai dengan kuota yang ditetapkan untuk setiap kapal sesuai zona. adanya peraturan mengenai pembagian kuota, pembayaran penerimaan negara bukan pajak (pnbp) yang dilakukan pasca produksi, harga ketetapan ikan, dan wajib penggunaan vessel monitoring system (vms) menuai kritik dan polemik dari nelayan. tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur yang diatur dalam peraturan pemerintah no. 11 tahun 2023 dan untuk mengetahui dampak langsung yang dirasakan nelayan terhadap penerapan peraturan pemerintah no. 11 tahun 2023. penelitian ini dilakukan pada bulan april hingga juni 2024 yang bertempat di desa lampulo, banda aceh. metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dan survey, dengan analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. teknik pengambilan sampel yang digunakan berupa teknik purposive sampling dengan yang menjadi respondennya adalah pemilik kapal, nahkoda, kepala kamar mesin (kkm), dan awak buah kapal (abk). pengelohan data menggunakan chi-square dengan program spss. hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan 4 variabel yang telah di uji, yaitu variabel pengetahuan, variable sikap, variabel efektivitas, dan variabel dampak yang semuaya berpengaruh signifikan terhadap persepsi nelayan. adapun hasil yang didapat menunjukkan variabel pengetahuan (



Abstract

Illegal fishing is the main cause of overfishing and the reduction of fish populations in Indonesia. In an effort to address this issue, the government has implemented the Government Regulation No. 11 of 2023 on Metered Fishing policy, which regulates the amount of fish caught in accordance with the quota set for each vessel according to the zone. The existence of regulations regarding quota distribution, payment of Non-Tax State Revenue (PNBP) made post-production, fish fixation price, and mandatory use of Vessel Monitoring System (VMS) has drawn criticism and polemics from fishermen. The purpose of this study is to determine the perception of fishermen towards the implementation of the measured fishing policy stipulated in Government Regulation No. 11 of 2023 and to determine the direct impact felt by fishermen towards the implementation of Government Regulation No. 11 of 2023. This research was conducted from April to June 2024 in Lampulo Village, Banda Aceh. The methods used in this study were questionnaires and surveys, with the analysis used being quantitative descriptive analysis. The sampling technique used was purposive sampling technique with the respondents being the ship owner, captain, head of the engine room (KKM), and crew members (ABK). Data processing using Chi-square with the SPSS program. The results showed that based on 4 variables that have been tested, namely knowledge variables, attitude variables, effectiveness variables, and impact variables, all of which have a significant effect on fishermen's perceptions. The results obtained show the variables of knowledge (



    SERVICES DESK