Abstrak penggunaan pestisida sintetik merupakan salah satu metode pengendalian yang umum dilakukan oleh petani sebagai upaya utama dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (opt). namun pada kenyataannya, upaya pengendalian dengan cara tersebut bukan merupakan alternatif yang terbaik, karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang aman dan ramah bagi lingkungan. penggunaan agens hayati sebagai biopestisida dapat menjadi alternatif pengendalian yang aman bagi lingkungan. salah satu agens hayati yang telah umum digunakan sebagai biopestisida adalah trichoderma harzianum. untuk mengoptimalkan penggunaannya sebagai biopestisida, t. harzianum harus diperbanyak pada substrat sebagai media perbanyakannya agar tersedia dalam jumlah yang banyak dan mudah didapatkan. selain itu, t. harzianum yang diperbanyak pada substrat sebagai media perbanyakannya harus memiliki daya simpan yang lama. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji substrat perbanyakan yang terbaik secara tunggal maupun kombinasi terhadap daya simpan t. harzianum sebagai biopestisida. isolat t. harzianum koleksi laboratorium ilmu penyakit tumbuhan diremajakan pada media pda, kemudian diperbanyak pada substrat perbanyakan beras, jagung dan milet sesuai perlakuan. selanjutnya, substrat perbanyakan yang telah ditumbuhi t. harzianum dikeringkan dengan metode kering oven, kemudian dihaluskan menggunakan blender dan dimasukkan dalam plastik ziplock untuk disimpan selama 60 hari. penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak lengkap (ral) pola non faktorial dengan 13 perlakuan dan 2 ulangan. setiap perlakuan terdiri dari 2 unit sehingga diperoleh total 52 unit percobaan. parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah konidia t. harzianum pada waktu pengamatan 60 hari setelah simpan (hss), diameter koloni t. harzianum pada waktu pengamatan 20, 40 dan 60 hss, dan jumlah koloni t. harzianum setelah 60 hss. dari hasil pengamatan diketahui bahwa jumlah konidia t. harzianum tertinggi dijumpai pada substrat perbanyakan jagung 100% (118,55 x 103/ml) tidak berbeda nyata terhadap beras 100% (115,20 x 103/ml), milet 100% (109,57 x 103/ml) dan kombinasi beras:jagung 25:75% (113,77 x 103/ml). namun keempat perlakuan tersebut menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap semua perlakuan lainnya. hasil pengamatan diameter koloni t. harzianum menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata, namun terdapat kecenderungan perlakuan jagung 100% memperlihatkan pertumbuhan koloni tercepat dibandingkan dengan perlakuan lainnya. selanjutnya, hasil pengamatan jumlah koloni t. harzianum memperlihatkan hasil yang berpengaruh nyata. jumlah koloni tertinggi pada setiap waktu pengamatan 20, 40 dan 60 hss dijumpai pada perlakuan jagung 100% berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. walaupun perlakuan jagung 100% memperlihatkan jumlah konidia dan jumlah koloni tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya, namun perlakuan tersebut belum mampu untuk mempertahankan viabilitas t. harzianum dalam waktu penyimpanan yang lebih lama. hal ini diketahui berdasarkan penurunan jumlah koloni yang signifikan antar waktu pengamatan 20, 40 dan 60 hss. kesimpulan dari penelitian ini adalah substrat perbanyakan t. harzianum secara tunggal dan kombinasi tidak berpengaruh terhadap daya simpannya sebagai formulasi biopestida.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI SUBSTRAT PERBANYAKAN TRICHODERMA HARZIANUM SECARA TUNGGAL DAN KOMBINASI TERHADAP DAYA SIMPANNYA SEBAGAI FORMULASI BIOPESTISIDA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2024
Baca Juga : PENGGUNAAN TRICHODERMA HARZIANUM DAN BERBAGAI JENIS DAHAN ORGANIK UNTUK MENCEGAH PENYAKIT LAYU FUSARIUM DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL TANAMAN CABAI (Marzuki, 2025)
Abstract
ABSTRACT The use of synthetic pesticides is one of the common control methods carried out by farmers as the main effort in controlling plant pests (OPT). However, in reality, control efforts in this way are not the best alternative, because they can cause various negative impacts on health and the environment, so that safe and environmentally friendly control alternatives are needed. The use of biological agents as biopesticides can be an environmentally safe control alternative. One of the biological agents that has been commonly used as a biopesticide is Trichoderma harzianum. To optimize its use as a biopesticide, T. harzianum must be propagated on a substrate as a propagation medium so that it is available in large quantities and easily obtained. In addition, T. harzianum propagated on a substrate as a propagation medium must have a long shelf life. Therefore, this study aims to test the best propagation substrate individually or in combination on the shelf life of T. harzianum as a biopesticide. Isolates of T. harzianum from the Plant Disease Laboratory collection were rejuvenated on PDA media, then propagated on rice, corn and millet propagation substrates according to the treatment. Furthermore, the propagation substrate that had been grown with T. harzianum was dried using the oven dry method, then ground using a blender and put in a ziplock plastic to be stored for 60 days. This study was arranged using a Completely Randomized Design (CRD) non-factorial pattern with 13 treatments and 2 replications. Each treatment consisted of 2 units so that a total of 52 experimental units were obtained. The parameters observed in this study were the number of T. harzianum conidia at the observation time of 60 days after storage (HSS), the diameter of T. harzianum colonies at the observation time of 20, 40 and 60 HSS, and the number of T. harzianum colonies after 60 HSS. From the observation results, it was found that the highest number of T. harzianum conidia was found in the 100% corn propagation substrate (118,55 x 103/ml) which was not significantly different from 100% rice (115,20x 103/ml), millet 100% (109,57x 103/ml) and a combination of rice:corn 25:75% (113,77 x 103/ml). However, the four treatments showed significant differences to all other treatments. The results of observations of the diameter of T. harzianum colonies showed results that did not have a significant effect, but there was a tendency for the 100% corn treatment to show the fastest colony growth compared to other treatments. Furthermore, the results of observations of the number of T. harzianum colonies showed results that had a significant effect. The highest number of colonies at each observation time of 20, 40 and 60 HSS was found in the 100% corn treatment, which was significantly different from other treatments. Although the 100% corn treatment showed the highest number of conidia and colonies compared to other treatments, this treatment was not able to maintain the viability of T. harzianum in longer storage times. This is known based on a significant decrease in the number of colonies between observation times of 20, 40 and 60 HSS. The conclusion of this study is that the single and combined propagation substrates of T. harzianum do not affect its shelf life as a biopesticide formulation.
Baca Juga : KEEFEKTIFAN TRICHODERMA VIRENS DAN TRICHODERMA HARZIANUM DALAM MENGENDALIKAN NEMATODA PURU AKAR MELOIDOGYNE SPP. PADA TANAMAN TOMAT (Wahyusa Eka Putra, 2013)