Abstrak penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan semakin kurangnya penggunaan bahasa khek pada generasi z etnis tionghoa di kota banda aceh. salah satu bahasa yang sangat berperan penting dalam kebudayaan tionghoa disebut dengan bahasa khek yang merupakan satu dari tujuh bahasa utama yang digunakan oleh masyarakat china di indonesia. asimilasi budaya terjadi dalam kehidupan dan adanya perubahan budaya tidak selamanya diartikan sebagai kemajuan masyarakat, akan tetapi bisa juga sebagai kemunduran masyarakat. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya asimilasi budaya pada generasi z etnis tionghoa di banda aceh. landasan konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep asimilasi budaya. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam yang dilakukan lebih dari sekali kepada 6 narasumber dari generasi z dan 1 orang tua etnis tionghoa. hasil penelitian menunjukkan bahwa asimilasi budaya yang terjadi dalam penggunaan bahasa khek dikarenakan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya asimilasi budaya dalam penggunaan bahasa khek pada generasi z etnis tionghoa di banda aceh antara lain adalah seperti pemikiran yang melihat bahwa bahasa khek tidak lagi penting, tidak adanya peran orang tua dalam mengajarkan bahasa khek sebagai bahasa ibu, berkurangnya minat generasi z belajar bahasa khek, tidak percaya diri ketika berbicara menggunakan bahasa khek. pengaruh lingkungan sosial yang memang sudah menjadi kebiasaan berinteraksi atau berbicara menggunakan bahasa indonesia atau bahasa lainnya dan perkembangan teknologi yang kian masif. salah satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan adanya komunitas atau yang yayasan hakka aceh. dalam yayasan hakka ini mereka dapat berkumpul dan melakukan kegiatan-kegiatan positif sekaligus dapat berkomunikasi menggunakan bahasa khek dan saling belajar bahasa khek. kata kunci: asimilasi budaya, etnis tionghoa, bahasa khek, generasi z, banda aceh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ASIMILASI BUDAYA DALAM PENGGUNAAN BAHASA KHEK PADA ETNIS TIONGHOA (STUDI PADA GENERASI Z). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2024
Baca Juga : EFEKTIVITAS PENYAMPAIAN PESAN MELALUI PENGGUNAAN BAHASA ACEH OLEH ETNIS TIONGHOA DALAM BERINTERAKSI SOSIAL DENGAN ETNIS ACEH DI KOTA BANDA ACEH (Febri Miraj, 2016)
Abstract
ABSTRACT This research is motivated by the situation of the increasingly less use of Khek language in the Z generation of ethnic Chinese in Banda Aceh City. One of the languages that plays a very important role in Chinese culture is called Khek which is one of the seven main languages spoken by the Chinese community in Indonesia. Cultural assimilation occurs in life and cultural change is not always interpreted as the progress of society, but it can also be the decline of society. The purpose of this study is to determine the causes of cultural assimilation in the Z generation of ethnic Chinese in Banda Aceh. The conceptual foundation used in this research is the concept of cultural assimilation. This research uses a descriptive qualitative approach with data obtained through indepth interviews conducted more than once to 6 resource persons from generation Z and 1 ethnic Chinese parent. The results showed that cultural assimilation that occurs in the use of Khek language is due to several factors that cause Cultural Assimilation in the Use of Khek Language in Generation Z Ethnic Chinese in Banda Aceh, among others, such as thoughts that see that Khek language is no longer important, the absence of the role of parents in teaching Khek language as a mother tongue, the reduced interest of generation Z in learning Khek language, not confident when speaking in Khek language. the influence of the social environment that has become a habit of interacting or speaking using Indonesian or other languages and the increasingly massive technological developments. One of the efforts that have been made is the existence of a community or the Aceh Hakka Foundation. In this Hakka Foundation they can gather and carry out positive activities as well as communicate using Khek and learn Khek language from each other. Keywords: Cultural Assimilation, Ethnic Chinese, Khek Language, Generation Z, Banda Aceh