Prarancangan pabrik styrene butadiene rubber (sbr) menggunakan proses polimerisasi emulsi secara hot polymerization. bahan baku untuk memproduksi $br adalah i,3-butadiene dan styrene, dimana i,3-butadiene diperoleh dari pt, trans pacific petrochemical indotama (tppi di tuban - jawa timur dan pt, chandra asri petrochemical center (capc) di cilegon - jawa barat, sedangkan styrene diperoleh dari pt. styrindo mono indonesia di merak - barat. kapasitas produksi pabrik sbr adalah 65.000 ton pertahun dengan hari kerja 330 hari pertahun. bentuk perusahaan yang direncanakan adalah perseroan terbatas (pt) dengan menggunakan metode struktur organisasi garis dan staff. kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 170 orang. lokasi pabrik direncanakan didirikan di desa paciran, kabupaten lamongan, propinsi jawa timur. sumber air pabrik ini berasal dari sungai bengawan solo yang berjarak 1,5 km dari lokasi pabrik dan untuk memenuhi kebutuhan listrik diperoleh dari pln setempat. hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut: a.fixed capital investment =rp 385. 745.760.846,- b. working capital investment =rp 68.072.781.326,- c. total capital investment =rp 453.818.542.172.- d. total biaya produksi =rp 1.263.605.063.274.- e. hasil penjualan = rp 1.456.000.051.968,- f. laba bersih =rp i53.915.990.955,- g. pay out time (pot) : 2.36 tahun h. break even point (bep) : 52% i. internal rate of return (rr) : 35,60% berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik sbr ini layak untuk dilanjutkan ke tahap konstruksi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PRARANCANGAN PABRIK STYRENE BUTADIENE RUBBER (SBR) DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 65.000 TON/TAHUN. Banda Aceh Fakultas Teknik,2008
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK HIGH IMPACT POLYSTYRENE DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 60.000 TON/TAHUN (Alqadr Firdaus, 2016)
Abstract
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK NATRIUM ALGINAT DARI RUMPUT LAUT COKLAT DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 2000 TON/TAHUN (Muhammad Hafizullah, 2024)