Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
PUPUT RATNASARI, PERBEDAAN PROBLEM SOLVING REMAJA DARI KELUARGA UTUH DENGAN KELUARGA BERCERAI DIKECAMATAN DARUL MAKMUR. Banda Aceh Fakultas KIP,2024

Gaya problem solving yang digunakan individu akan mendorong individu tersebut untuk mengambil tindakan penyelesaian masalah yang kemudian akan membuat masalah terselesaikan dengan efektif. penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan problem solving remaja dari keluarga utuh dan keluarga bercerai. metode pengumpulan data menggunakan skala problem solving. jenis penelitian ini adalah analisis komparatif dengan populasi sebanyak 1441 siswa dan sampel sebanyak 312 siswa yang diambil dengan teknik menggunakan teknik random sampling. data dianalisis secara deskriptif dan analisis uji beda mann whitney test. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum terdapat perbedaan yang signifikan pada problem solving remaja dari keluarga utuh dengan bercerai. remaja keluarga bercerai ditemukan penggunaan problem solving gaya impulsive yang lebih tinggi (61%) ketimbang remaja keluarga utuh. gaya yang demikian dipakai pada remaja keluarga utuh adalah gaya reflektif, confidence, monitoring dan planfulnes.. implikasi dari hasil penelitian dapat digunakan oleh pengurus panti atau lembaga sosial lainya untuk meningkatkan kemampuan problem solving pada remaja yang tinggal di panti asuhan, mengembangkan program di sekolah yang fokus pada peningkatan keterampilan problem solving dan coping bagi remaja, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga bercerai.



Abstract

The problem solving style used by individuals will encourage individuals to take action to solve problems which will then solve the problem effectively. This study aims to see if there is a difference in problem solving of adolescents from intact families and divorced families. The data collection method uses a problem solving scale. This type of research is a comparative analysis with a population of 1441 students and a sample of 312 students taken using a random sampling technique. The data were analyzed descriptively and using the Mann Whitney Test. The results of this study indicate that in general there is a significant difference in problem solving of adolescents from intact and divorced families. Adolescents from divorced families were found to use a higher impulsive style of problem solving (61%) than adolescents from intact families. Such styles are used in adolescents from intact families are reflective, confident, monitoring and planfulnes styles. The implications of the research results can be used by administrators of orphanages or other social institutions to improve problem solving skills in adolescents living in orphanages, develop programs in schools that focus on improving problem solving and coping skills for adolescents, especially for those who come from divorced families.



    SERVICES DESK