Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Muliana, VARIASI BAHAN BAKAR BIOMASSA UNTUK ALAT PENGERING PINANG TIPE RAK. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2009

Pinang (areca catechu l.) adalah salah satu diantara ratusan jenis famili palmae, yang penyebarannya cukup luas di indonesia. jenis pinang yang banyak yang paling populer karena rnemiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pinang jenis yang lain. permintaan pinang sirih indoncsia dari konsumen luar negeri, terutama bijinya yang telah dikeringkan.proses pengeringan buah pinang, yang dilakukan oleh masyarakat atau industri rumah tangga umumnya secara tradisional yaitu dengan penjemuran dibawah terik sinar matahari di alam terbuka, untuk mendapatkan pengeringan pinang dalam waktu yang singkat, maka diperlukan suatu teknologi pengeringan dengan menggunakan alat pengering pinang tipe rak. sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. limbah industri pengolahan kayu terdiri dari limbah yang dihasilkan industri kayu lapis, pengergajian dan pengerjaan kayu yang berupa potongan ujung, sebetan, sisa kupasan, tatal dan serbuk gergajian. tempurung kelapa merupakan hasil samping dari pcngolahan kelapa yang biasanya dapat diolah menjadi arang dan karbon aktif. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan bakar biomassa terhadap pinang yang dikeringkan dengan menggunakan alat pengeringan tipe rak schingga dapat diketahui jenis bahan bakar yang lebih tepat dan efisien. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 jenis bahan bakar biomassa yaitu tempurung kelapa, serutan kayu dan sckam padi. parameter yang dianalisis adalah menghitung susut bobot dan mengukur temperatur. metodologi dari penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu tahapan pendahuluan, yaitu untuk mengetahui kadar air awal pinang, tahapan persiapan bahan, persiapan alat, tahapan pengeringan serta tahapan terakhir adalah analisa data. selama 14 jam waktu pengeringan, masing masing bahan bakar mengalami penyusutan bobot yang berbeda. bahan bakar tempurung kelapa 37,5 %, serutan kayu 40 % sedangkan bahan bakar sekam padi 26,6 %. suhu pengeringan yang dicapai dari masing-masing bahan bakarpun berbeda, suhu yang dihasilkan oleh tempurung kelapa 80 € 100 "c, serutan kayu 70 c 100 "c sedangkan sekam padi suhu yang dihasilkan adalah 50c -85c



Abstract



    SERVICES DESK