Gebrina tasya. (2024). pengaruh ekstrak bunga telang (clitoria ternatea) sebagai antioksidan terhadap active film yang berasal dari pati umbi suweg (amorphophallus campanulatus). dibawah bimbingan prof. dr. m. hasan, m.si., dan drs. rusman, m.si. pembuatan active film berbahan dasar pati sagu, kitosan, gliserol, dan penambahan extrak bunga telang (clitoria ternatea) sebagai antioksidan telah dilakukan menggunakan metode solventcasting. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan ektrak telang terhadap sifat optik, aktivitas antioksidan, permeabilitas uap air, daya serap air, dan analisis gugus fungsi dilakukan dengan menggunakan instrumen ftir. film dibuat dengan melarutkan pati umbi suweg sebanyak 40% dengan air (1:20) dan kitosan sebanyak 60% dengan ch3cooh 1,5%. larutan diaduk selama 30 menit untuk kemudian dicampur dan ditambahkan gliserol 0.6 gram serta ekatrak telang dengan variasi; 0, 5, 10, 15%. larutan diaduk selama 30 menit sampai larutan homogen untuk kemudian larutan dicetak pada pelat dan dikeringkan selama 72 jam pada suhu kamar. film kemudian dilepas dari cetakan dan dianalisis gugus fungsi menggunakan ftir yang menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata pada gugus fungsi antar film. analisis aktivitas antioksidan dengan metode dpph meningkat seiring penambahan % ekstrak telang namun tidak secara signifikan. film dengan dapat menangkal radikal bebas paling baik. analisis sifat optik menunjukkan transparansi film menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi antosianin dan opasitas meningkat seiring meningkatnya konsentrasi antosianin yang dapat meningkatkan uv-barier active film. film dengan 5% ekstrak telang memiliki kemampuan paling baik dalam menghalangi sinar uv. analisis permeabilitas uap air dan laju transmisi uap air menurun dengan kenaikan persen ekstrak telang yang dapat menurunkan difusi uap air. daya serap air meningkat seiring bertambahnya % ekstrak telang yang dipengaruhi oleh kandungan gliserol pada ekstrak telang. sehingga dapat disimpulkan bahwa active film pati sagu, kitosan, dan ektrak telang sebagai antioksidan berhasil dibuat menjadi film yang dapat menangkal radikal bebas dengan karakterisasi dari gugus fungsi, aktivitas antioksidan, daya serap air, permeabilitas uap air, laju transmisi uap air. kata kunci: bunga telang, active film, suweg, kitosan, gliserol
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA)RNSEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP ACTIVE FILM YANG BERASAL DARI PATI UMBI SUWEGRN(AMORPHOPHALLUS CAMPANULATUS). Banda Aceh Fakultas KIP,2024
Baca Juga : FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL 70% BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) MENGGUNAKAN METODE DPPH (Nurul Azlin, 2024)
Abstract
Gebrina Tasya. (2024). Effect of Telang Flower Extract (Clitoria ternatea) as an Antioxidant on Active Film Derived from Suweg Tuber Starch (Amorphophallus campanulatus). Under the guidance of Prof. Dr. M. Hasan, M.Si., and Drs. Rusman, M.Si. The making of active film based on sago starch, chitosan, glycerol, and the addition of extract telang flower (Clitoria ternatea) as antioxidant has been done using solventcasting method. This study aims to determine the effect of variations in the addition of telang extract on the optical properties, antioxidant activity, water vapor permeability, water absorption, and % biodegradation of the films formed. The film was made by dissolving 40% suweg tuber starch with water (1:20) and 60% chitosan with 1.5% CH3COOH. The solution was then stirred for 30 minutes and then mixed and added 0.6 grams of glycerol and ecatrak telang with variations; 0, 5, 10, 15%. The solution was stirred again for 30 minutes until the solution was homogeneous and then the solution was printed on a plate and dried for 72 hours at room temperature. The film was then removed from the mold and analyzed for functional groups using FTIR which showed no significant difference in functional groups between films. Antioxidant activity analysis using DPPH method increased with the addition of % telang extract but not significantly. The film with can counteract free radicals best. Analysis of optical properties showed that the transparency of the film decreased with increasing anthocyanin concentration and opacity increased with increasing anthocyanin concentration which can increase the UV-barier active film. The film with 5% telang extract has the best ability to block UV rays. Analysis of water vapor permeability and water vapor transmission rate decreased with the increase in percent of telang extract which can reduce water vapor diffusion. The water absorption rate increases with the increase in the % of telang extract which is influenced by the glycerol content in telang extract. So it can be concluded that the active film of sago starch, chitosan, and telang extract as an antioxidant was successfully made into a film that can ward off free radicals with characterization of functional groups, antioxidant activity, water absorption, water vapor permeability, water vapor transmission rate. Keywords: Telang flower, Active Film, Suweg, Chitosan, Glycerol
Baca Juga : UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES DAUN SUWEG (AMORPHOPHALLUS CAMPANULLATUS) TERHADAP MENCIT (MUS MUSCULUS)RNYANG DIINDUKSI ALOKSAN (HAFIZATUL MARWAH, 2022)