Perancangan animasi 3d cerita dongeng batu menangis asal kalimantan barat. tujuan dari perancangan ini adalah untuk menghidupkan kembali cerita tradisional tersebut melalui media animasi 3d yang lebih modern dan menarik, serta untuk mempromosikan kebudayaan lokal kepada generasi muda dan masyarakat luas. proses perancangan animasi 3d ini melibatkan beberapa tahap, termasuk pembuatan storyboard, modelling 3d, teksturing, rigging, animating, rendering dan editing akhir. animasi ini dibuat menggunakan aplikasi blender sebagai aplikasi untuk pembuatan 3d animasi, capcut sebagai aplikasi pengeditan video dan aplikasi adobe illustrator dipakai untuk pembuatan storyboard. hasil dari proyek ini adalah sebuah film animasi 3d yang menceritakan kisah "batu menangis" yang berdurasi 4 menit 30 detik dengan frame rate 24 fps di-render dengan render engine eevee dan format video yang digunakan adalah mp4. hasil dari video animasi 3d ini dipublikasikan ke platform youtube.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PERANCANGAN ANIMASI 3D CERITA DONGENG BATU MENANGIS ASAL KALIMANTAN BARAT. Banda Aceh Fakultas MIPA (D3),2024
Baca Juga : PEMBUATAN VIDEO ANIMASI EDUKASI 3D ASAL USUL MATA UANG BITCOIN DAN PERUBAHAN PARADIGMA DALAM KEUANGAN GLOBAL (Luthfi Maulana, 2024)
Abstract
The design of the 3D animation for the folk tale "Batu Menangis" from West Kalimantan. The purpose of this design is to revive the traditional story through a more modern and engaging 3D animation medium, as well as to promote local culture to younger generations and the broader community. The 3D animation design process involves several stages, including storyboard creation, 3D modeling, texturing, rigging, animating, rendering, and final editing. This animation was created using Blender for 3D animation production, CapCut for video editing, and Adobe Illustrator for storyboard creation. The result of this project is a 4-minute and 30-second 3D animated film telling the story of "Batu Menangis," with a frame rate of 24 fps, rendered using the Eevee render engine, and the video format used is MP4. The result of the 3D animated video was published on the YouTube platform.
Baca Juga : PEMBUATAN VIDEO ANIMASI 3D TENTANG PENYAKIT JANTUNG PADA MANUSIA (Carissima Yusvi Azzahra, 2023)