Pinang (areca catechu l.) ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, di taman-taman atau dibudidayakan, pohon berbatang langsing, tumbuh tegak, inggi 10 30 m, diameter 15 -20 cm, tidak bercabang dengan bekas daun yang lepas. buahnya buah buni, bulat telur sungsang memanjang, panjang 3,5 -7 cm, dinding buah berserabut, bila masak warnanya merah oranye. biji satu, bentuknya seperti kerucut pendek dengan ujung membulat, pangkal agak datar dengan suatu lekukan dangkal, panjang i5 - 30 mm. biji pinang sering digunakan masyarakat untuk dimakan dengan sirih. selain itu, biji pinang mempunyai khasiat sebagai obat. air rebusan dari biji pinang igunakan untuk mengatasi pcnyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, cksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), mencret dan disentri. umbut pinang muda digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang (salah urat). daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan. dan sakit pinggang. selain sebagai obat, pelepah daun digunakan untuk pembungkus makanan dan ini buah pinang sudah menjadi komoditi perdagangan. ekspor dari indonesia diarahkan ke negara bahan campuran untuk topi. saat egara asia selatan seperti india, pakistan, bangladesh, atau nepal. negara-negara pengekspor pinang utama adalah indonesia, thailand, malaysia, singapura, dan myanmar. buah pinang yang diperdagangkan terutama adalah buah pinang yang telah dikupas sabutnya, dibelah dan dikeringkan. penelitian ini bertujuan untuk mendesain silinder putar dan mata pisau pada mesin pengupas pinang (areca catechu l.), schingga diharapkan dapat bermanfaat dalam menghasilkan mesin pengupas pinang (areca catechu l.) yang efektif dan efisien. secara fungsional silinder putar dan pisau pada mesin pengupas pinang (areca catechu l.) terdiri atas beberapa komponen, yaitu (i) rangka silinder putar, berfungsi memutar mata pisau. akibat putaran tersebut kulit pinang mata akan terbelah. (2) dudukan mata pisau berfungsi untuk penentuan letak mata pisau. (3) mata pisau befungsi membelah kulit pinang hingga terpisah antara biji pinang dengan kulitnya. (4) penutup rongga berfungsi menahan pinang agar tidak masuk ke dalam ruang silinder. (5) jeruji befungsi scbagai penahan bagian bawah pada ruang pengupasan dan membantu pengupasan pinang oleh mata pisau. sistem transmisi yang digunakan adalah pully dan sabuk yang akan mentransmisikan daya dari motor penggerak ke poros, schingga dapat menggerakkan silinder pengupas. konstruksi dari bagian silinder putar dan mata pisau adalah sebagai berikut: (i) rangka silinder putar, panjang 60 cm, diameter 25 mm:; panjang poros i cm dengan diameter 25 mm. bahan yang digunakan untuk konstruksi rangka silinder putar adalah plat strip dengan tebal 3 mm, lebar 22 mm dan panjang 78,5 cm sebanyak + batang: besi cor berdiameter i0 mm, panjang ii cm sebanyak 32 batang. (2) dudukan mata pisau, terbuat dari besi plat strip dengan tebal 3 mm, lebar 22 mm dan panjang 6l em sebanyak 8 batang dan dilubangi dengan diameter i0 mm sebanyak 22. (3) mata pisau, panjang 2.5 em, jarak antar mata pisau 3 cm, jumlah keseluruhan adalah 160 mata pisau dan jumlah per dudukan adalah 20 pisau. bahan yang digunakan adalah baut berdiameter 14 mm, panjang 57 mm sebanyak 20 baut per dudukan mata pisau dan mur diameter i4 mata mm sebanyak 40 buah mur per dudukan mata pisau; plat strip tebal 3 mm, lebar 22 mm dan panjang i5 mm yang telah dibuah gerigi sebanyak 4 gcrigi per mata pisau dengan lebar 2.5 mm dan kedalaman mm serta kemiringan dengan dengan baut 45". (4) penutup rongga, dibuat dari plat strip dengan tebal 3 mm, lebar 22 mm dan panjang 60 cm sebanyak i6 batang dengan jarak antar penutup rongga adalah 10 mm. (5) jeruji, terdiri dari tiga bagian. bagian pertama adalah rangka jeruji yang terbuat dari besi siku 3 x 3 cm. panjang 64 cm sebanyak i batang: besi cor berdiameter 8 mm, panjang 33 cm sebanyak 4 batang ; besi nako 8 x 8 dengan panjang mm 64 sebanyak 2 buah; plat strip pengikat baut stelan dengan ketebalan 3 mm, lebar 22 mm dan panjang em sebanyak 2 batang; baut stelan sebanyak 2 buah dengan diameter i4 mm, cm sebanyak i batang: cngsel berdiameter 19 mm panjang 57 mm serta mur berdiameter 14 mm sebanyak 6 buah. bagian kedua adalah atas jeruji yang terbuat besi nako ukuran 8 x 8 mm. panjang 64 cm sebanyak 13 batang; besi cor berdiameter i mm, panjang 64 em jumlah 3 batang dan besi cor berdiameter 8 mm, panjang 64 em jumlah i batang. bagian ketiga adalah plat gerigi dengan ketebalan 3 mm, ebar 22 mm. panjang 64 em dan jumlah 3 batang dibuat gerigi dengan jarak antar gerigi 2.5 mm, kedalaman 3 mm sebanyak 140 gerigi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DESAIN SILINDER PUTAR DAN MATA PISAU PADA MESIN PENGUPAS PINANG (ARECA CATECHU L.). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2008
Baca Juga : RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS BUAH PINANG KERING TIPE BLADE (Rahmat Irwanda, 2025)
Abstract
Baca Juga : UJI KINERJA MESIN PERONTOK BUAH PINANG (SERI REKA LESDIANA, 2021)