Penyu mengalami penurunan jumlah populasi yang berdampak pada meningkatnya beberapa spesies terancam punah. penetasan sarang semi alami merupakan cara untuk tetap melestarikan penyu. tinggi naungan merupakan faktor keberhasilan penetasan telur penyu dan kondisi tukik yang dihasilkan karena memengaruhi daya tetas telur penyu. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan mana yang berpengaruh terhadap penetasan telur penyu, mengidentifikasi jenis penyu yang mendarat di pantai lambaro, mengetahui karakteristik kondisi lingkungan pada sarang semi alami. data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan skunder. metode yang digunakan yaitu metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (ral) non faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan, p1 (1 m), p2 (1 ½ m), p3 (2 m) dimana penelitian ini memakai naungan terpal, setiap tinggi naungan diisi dengan telur penyu dari spesies yang sama dan jumlah yang sama. pengukuran data suhu dan kelembaban sarang di bak penetasan dilakukan 3 kali pada pukul 08.00, 14.00, dan 22.00 wib dengan 3 kali pengulangan. analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan spss dengan uji one-way annova jika nilai sig. lebih kecil dari 0,05 maka perlakuan dengan tinggi tersebut berpengaruh nyata dan jika nilai sig. lebih besar dari 0.05 maka perlakuan dengan tinggi tersebut tidak berpengaruh nyata. hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tinggi naungan pada sarang semi alami berpengaruh nyata terhadap keberhasilan penetasan telur penyu lekang. perlakuan dengan tinggi naungan 1½ m menunjukkan persentase penetasan tertinggi, yaitu rata-rata 66%, dibandingkan dengan tinggi naungan 1 m dengan rata-rata 33% dan 2 m dengan rata-rata 11%. ini menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban stabil pada tinggi naungan 1½ m ketinggian ini berkontribusi pada kondisi yang lebih baik untuk penetasan telur. suhu sarang berkisar antara 28℃ sampai 32℃ dengan kelembaban 70-90%, yang berada dalam rentang optimal untuk keberhasilan penetasan telur penyu lekang. penyu yang melakukan pendaratan di pantai lambaro yaitu penyu lekang (lepidochelys olivacea), menunjukkan bahwa vegetasi di daerah ini terdiri dari semak belukar dan pohon, dengan spesies tumbuhan yang mendominasi adalah pandan laut (pandanus tectorius) dan biduri (calotropis gigantea). kedua spesies tumbuhan ini cenderung dipilih oleh penyu untuk melakukan aktivitas bertelur.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH TINGGI NAUNGAN TERHADAP PERSENTASE DAYA TETAS TELUR PENYU LEKANG (LEPIDOCHELYS OLIVACEA) DI PANTAI LAMBARO KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2024
Baca Juga : STUDI KARAKTERISTIK BIOFISIK HABITAT PENELURAN PENYU LEKANG (LEPIDOCHELYS OLIVACEA) DI KONSERVASI PENYU PANTAI APAR, PARIAMAN, SUMATERA BARAT (HAFIFAH ISLAMIDINA, 2021)
Abstract
Turtle populations are experiencing a decline in population numbers which has resulted in an increase in several endangered species. Hatching semi-natural nests is a way to preserve turtles. Shade height is a factor in the success of turtle egg hatching and the condition of the resulting hatchlings because it influences the hatchability of turtle eggs. This research aims to find out which treatments influence the hatching of turtle eggs, identify the types of turtles that land on Lambaro Beach, and determine the characteristics of environmental conditions in semi-natural nests. The data used in this research are primary and secondary data. The method used is an experimental method using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 3 treatments, P1 (1 m), P2 (1 ½ m), P3 (2 m) where this research uses a tarpaulin shade, each height of the shade is filled with turtle eggs of the same species and the same number. The temperature and humidity data for the nest in the hatching tank was measured 3 times at 08.00, 14.00 and 22.00 WIB with 3 repetitions. Data analysis uses quantitative descriptive methods using SPSS with the One-Way Annova test if the Sig. is smaller than 0.05, then the high treatment has a real effect and if the Sig. greater than 0.05, then the high treatment has no real effect. The results of the research show that the height of the shade in semi-natural nests has a significant effect on the hatching success of Olive Ridley turtle eggs. The treatment with a shade height of 1½ m showed the highest hatching percentage, namely an average of 66%, compared to a shade height of 1 m with an average of 33% and 2 m with an average of 11%. This suggests that stable temperature and humidity at a shade height of 1½ m this height contributes to better conditions for egg hatching. The nest temperature ranges from 28℃ to 32℃ with humidity 70-90%, which is within the optimal range for successful hatching of Olive Ridley turtle eggs. The turtle that landed on Lambaro Beach, namely the Olive Ridley Turtle (Lepidochelys olivacea), shows that the vegetation in this area consists of bushes and trees, with the dominating plant species being the sea pandanus (Pandanus tectorius) and the biduri (Calotropis gigantea). These two plant species tend to be chosen by turtles for egg-laying activities.
Baca Juga : KESESUAIAN LOKASI PENDARATAN PENYU DI PANTAI BALU DAN PANTAI LAMPUUK KABUPATEN ACEH BESAR (Tgk nur khaira, 2024)