Mie merupakan salah satu jenis makanan yang paling populer di asia, khususnya di asia timur dan asia tenggara. mic basah adalah jenis mie yang mengalami proses perebusan setelah tahap pemotongan dan sebelum dipasarkan , kadar airmnya 52 %. bahan baku utama mie adalah tepung terigu. lndonesia memperoleh biji gandum dengan mengimpor dari amerika yang dilakukan oleh bulog. oleh karena 100 % biji gandum diimpor dari luar negeri maka produk mie indonesia sebenarnya sangat tergantung pada negara - negara ekspor gandum. untuk mengurangi ketergantungan pada terigu, pemerintah telah mencanangkan program diversifikasi pangan dengan memanfaatkan sumber karbohidrat dari jenis tepung yang lain. jenis tepung yang potensial dikembangkan sebagai karbohidrat adalah pati sagu (metroxylon sp) dan tepung jagung (zea mays) yang merupakan salah satu komoditi pertanian di indonesia. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi pati sagu dan tepung jagung dan lama pcrcbusan dalam pembuatan mie basah terhadap sifat fisik (rendemen dan persentase mie putus), kandungan gizi (kadar air, kadar pati, kadar amilosa, kadar amilopektin, kadar protein dan kadar abu) sifat organoleptik (warna, aroma dan kekenyalan) dan uji perbandingan (warna, aroma dan kekenyalan) mie basah yang dihasilkan. rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (ral) dengan pola faktorial yang terdiri alas 2 (dua) faktor. faktor i adalah konsentrasi pati sagu dan tepung jagung (t) terdiri dari tiga taraf yaitu: t, = 50:50, t = 60:40, t, = 40:60. faktor ii adalah lama perebusan (l) yang terdiri dari tiga taraf yaitu l = i menit, l = 2 menit, dan l = 3 menit. parameter yang diamati adalah rendemen, kadar air, kadar pati, kadar amilosa, kadar amilopektin , kadar protein, kadar abu, persentase mie putus, uji organoleptik (wama, aroma, kekenyalan) dan uji perbandingan (warna, aroma, kekenyalan). hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi pati sagu dan tepung jagung (t) berpengaruh sangat nyata (p>0,01) terhadap kadar air, kadar pati, kadar amilopektin dan persentase mie putus serta berpengaruh nyata (p0,05) terhadap kadar amilosa dan kadar protein, namun berpengaruh tidak nyata (p0,01) terhadap kadar air dan berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap rendemen dan organoleptik warna, narnun berpengaruh tidak nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KONSENTRASI PATI SAGU DAN TEPUNG JAGUNG DAN LAMA PEREBUSAN PADA PEMBUATAN MIE BASAH. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2010
Baca Juga : PEMBUATAN MIE BASAH DARI PATI SAGU (METROXYLON SP) (Khairum, 2024)
Abstract
Baca Juga : PEMBUATAN PLASTI BIODEGRADABEL DARI PATI JAGUNG SEBAGAI ACTIVE PACKAGING BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN (Gifari Jakawali, 2018)