Pola matrilokal adalah pola menetap setelah menikah di rumah pihak keluarga perempuan. pola ini sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat setempat, banyak pasangan yang menikah dengan sesama warga desa sendiri, sehingga pola matrilokal dapat terus berjalan, biasanya pasangan menetap dalam waktu yang lama sampai memiliki anak. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, pendekatan studi kasus, dengan fokus pada perbedaan interaksi dan perbedaan keakraban yang dialami anak dengan pihak keluarga ayah. teori yang digunakan gemeinschaft kehidupan bersama yang intim, pribadi dan eksklusif, suatu keterikatan yang dibawa sejak lahir, seperti halnya hubungan kekeluargaan. penelitian ini melibatkan wawancara terstruktur dengan sejumlah informan. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan diterapkannya pola matrilokal setelah menikah dapat menyebabkan terjadinya perbedaan keakraban antar keluarga yang di alami oleh anak. hasil temuan menunjukkan bahwa pola menetap matrilokal menjadi penyebab terjadinya perbedaan keakraban antara anak dengan pihak keluarga ayah dan pada akhirnya memicu kesenjangan hubungan kekeluargaan, kecenderungan orang tua, terutama ibu dalam menjalin interaksi. temuan ini memberikan wawasan terkait dengan pentingnya menerapkan interaksi secara langsung dan seimbang antar keluarga, untuk meningkatkan hubungan emosional antara anak dengan kedua belah keluarga. teknik wawancara terstruktur dan mendalam digunakan untuk mengumpulkan data observasi, wawancara dan dokumentasi dari perwakilan lima keluarga yang menjalankan pola matrilokal, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman individu. dijalankannya pola matrilokal telah membawa perubahan dalam hubungan kekeluargaan terutama perbedaan interaksi dan intensitas interaksi yang terjalin antara anak dengan kedua belah pihak keluarga. kata kunci : pola matrilokal, intensitas interaksi, dan perbedaan keakraban
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POLA MATRILOKAL DAN KEDEKATAN ANAK DENGAN PIHAK KELUARGA AYAHRN (STUDI KASUS DI DESA LAMTEUBA KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR). Banda Aceh Fakultas FISIPOL,
Baca Juga : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH DASAR PADA KELUARGA DI DESA GAMPONG BLANG KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2010 (Nuzul Yanur, 2022)
Abstract
This pattern has become part of the culture of the local community, many couples are married to their own villagers, so the pattern of matrilocal can continue to go, usually couples settle for a long time until having children. This study uses a descriptive qualitative method, a case study approach, with a focus on the differences in interaction and familiarity experienced by children on the part of the father's family. The theory uses the communities of intimate, personal and exclusive coexistence, a attachment that is carried from birth, as is the case with family relationships. The research involved structured interviews with a number of informants. The aim of this study is to find out whether applying matrilocal patterns after marriage can lead to differences in family affinity experienced by children. The findings indicate that the pattern of matrilocal residence is the cause of differences in affinity between the child and the father's family and ultimately triggers disparities in family relationships, the tendency of parents, especially mothers, to engage in interaction. The findings provide insight into the importance of implementing direct and balanced inter-family interaction, to enhance the emotional bond between children and both families. Structured and in-depth interview techniques be used to gather observation data, interviews and documentation from representatives of five families running matrilocal patterns, based on the knowledge and experience of individuals. The matrilocal pattern has brought about changes in family relationships, especially the differences in interaction and the intensity of interaction between children and both sides of the family. Keywords: Matrilocal patterns, intensity of interaction, and differences of affinity