Pada dasarnya , mol (mikroorganisme lokal) berfungsi sama dengan em4 dalam proses pcmbuatan kompos atau bokasi. penggunaan em4 ataupun aktivator lainnya dalam pembuatan bokasi atau kompos memang menguntungkan tetapi jika ditinjau dari segi biaya relatif mahal. untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dicari altcmatif yang lebih efcktif untuk menggantikan em4. salah satunya adalah dengan pembuatan mol yang memanfaatkan limbah basil pcrtanian yang ada di sekitar petani. biasanya, limbah basil pcrtanian yang digunakan sebagai bahan untuk pembuatan mol adalah pepaya, pisang, maja, dan limbah dari bahan-bahan organik lainnya yang mengandung karbohidrat (pati, gula, selulosa). selain limbah organik, pembuatan mol juga memcrlukan adanya bahan campuran misalnya berupa gula dan air cucian beras. penggunaan mol sebagai biokomposer dalam pembuatan bokasi dapat membantu proses fermentasi menjadi lebih singkat. biasanya, waktu yang dibutuhkan untuk proses fcrmentasi dalam pembuatan pupuk organik tanpa penambahan starter berkisar antara 2-3 bulan. dengan penambahan mol proses fermentasi tersebut dapat dipercepat menjadi ± 10 hari. adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengctahui pengaruh variasi jenis bahan baku dari hasil pertanian dan lama fermentasi terhadap mutu mol yang dihasilkan. rancangan penelitian yang digunakan merupakan rancangan petak terpisah (rpt) atau split plot yang terdiri dari pctak utama dan anak petak. petak utama adalah variasi jenis bahan baku (v) yang terdiri dari 4 taraf yaitu v,=maja dan pisang, v=pisang dan pepaya, v»=pepaya dan maja, dan ve=campuran maja, pisang, dan pcpaya. anak petak adalah lama fermentasi (l) yang terdiri dari 6 taraf yaitu ly=0 hari, l=5 hari, l=7 hari, l, =14 hari, lg=21 hari, le=28 hari. kombinasi dari perlakuan adalah 4 x 6 dengan menggunakan 2 kali ulangan (u) sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. analisis yang dilakukan terhadap mol yang dihasilkan meliputi total jumlah mikroba/tcc dan nilai ph, uji organoleptik berupa uji hedonik dengan menggunakan panulis terlatih dari desa jruek balee terhadap warna dan aroma. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi jenis bahan baku mol berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap nilai tcc dan organoleptik wama, tetapi berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap nilai ph dan organoleptik aroma. mol yang dihasilkan dari variasi jenis bahan pisang dan pepaya merupakan mol yang baik dibandingkan dengan variasi jenis bahan lainnya. lama fermentasi mol berpengaruh sangat nyata (p0,01) terhadap nilai tcc, nilai ph, dan organoleptik warna. sedangkan organoleptik aroma berpengaruh nyata (p20,05). mol yang dihasilkan dengan lama fermentasi 21 hari lebih baik dibandingkan dengan lama fermentasi lainnya. interaksi antara perlakuan variasi jenis bahan baku dengan lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (p0,05). mol dari pisang dan pepaya merupakan mol yang terbaik yang dihasilkan dengan lama fermentasi 21 hari.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH VARIASI JENIS BAHAN BAKU DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU MOL. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2009
Baca Juga : KUALITAS BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L ) TERFERMENTASI BERDASARKAN PERBEDAAN LAMA FERMENTASI DAN INTERVAL WAKTU PENGADUKAN (Muhammad Abrar Mizan, 2014)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH LAMA FERMENTASI, JENIS SUSU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU YOGHURT (Tursina, 2019)