Dataran tinggi gayo merupakan kawasan penghasil kopi arabika terpenting di indonesia. penanganan setelah panen seperti penggilingan buah gelondong dan waktu tunggu antara panen dan penggilingan dapat mempengaruhi kualitas kopi yang dihasilkan. akan tetapi, karena berbagai alasan petani sering menunda penggilingan. penyimpanan buah kopi merah (gelondong) di dalam karung plastik atau sak selama lcbih dari 12 jam dapat menyebabkan pra fermentasi sehingga aroma dan citarasa biji kopi menjadi kurang baik dan dapat menyebabkan bau yang tidak disukai. metode pengolahan kopi yang umum dilakukan oleh petani dataran tinggi gayo adalah gerbus basah dan gerbus kering. oleh karena itu perlu dilakuk.an penelitian untuk mengetahui lama tunda giling yang masih dapat diterima konsumen dan dengan pengolahan yang sesuai digunakan oleh petani kopi. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (rak) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. faktor pertama adalah lama tunda giling (p) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu p= 8 jam, p= 20 jam, py= 32 jam, dan pe= 44 jam. faktor kedua adalah metode pengolahan (m), yaitu my= gerbus (hulling) basah dan my= gerbus (hulling) kering dcngan menggunakan 2 kelompok, sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. analisis yang dilakukan pada bubuk kopi arabika tersebut adalah pengukuran nilai ph, kadar air, analisis kandungan kafein, serta dilakukan tes organoleptik (cup test). analisis menunjukkan bahwa perlakuan lama tunda giling berpengaruh sangat nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH LAMA TUNDA GILING DAN METODE PENGOLAHAN TERHADAP MUTU KIMIA DAN CITARASA KOPI ARABIKA GAYO. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2012
Baca Juga : PENGARUH VARIASI SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN KOPI ARABIKA GAYO TERHADAP MUTU SENSORI KOPI ESPRESSO (Sabariana, 2018)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN PEMBUATAN NATA DE COFFEE DARI LIMBAH KULIT BUAH KOPI (COFFEA SP) DENGAN OPTIMASI KONSENTRASI GULA DAN LAMA TUNDA KULIT BUAH KOPI (adhinda dwi muthia s, 2013)