Udang windu (penaeus monodon) termasuk golongan crustacea yang berasal dari laut dan banyak dibudidayakan di tambak (air payau). semakin berkembangnya industri pengolahan udang mengakibatkan semakin banyak limbah udang yang dihasilkan. oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan menjadi produk yang mempunyai nilai tambah, baik secara ekonomis maupun kegunaannya. salah satu teknologi tepat guna pengolahan limbah udang adalah pengolahan menjadi kerupuk. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (ral) faktorial. faktor yang akan diteliti yaitu perbandingan tapioka dengan limbah udang windu (t) dan lama pengeringan (l). faktor perbandingan tapioka dengan limbah udang windu terdiri dari 3 taraf yaitu t, = 80:20%, t,= 70:30%, dan t, = 60:40%. faktor lama pengeringan terdiri dari 3 taraf yaitu l, = 6 jam, l =7jam, dan l, = 8 jam. kombinasi perlakuan adalah 3 x 3 = 9 dengan 3 kali ulangan, sehingga diperolch 27 satuan percobaan . parameter yang diamati pada kerupuk limbah udang windu adalah sifat fisik (rasio pengembangan), sifat kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat), dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan kerenyahan). kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat dilakukan sebelum kerupuk digoreng, sedangkan rasio pengembangan dan uji organoleptik dilakukan sctelah kerupuk digoreng. berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, perlakuan perbandingan tapioka dengan limbah udang windu berpengaruh sangat nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PERBANDINGAN TAPIOKA DENGAN LIMBAH UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP MUTU KERUPUK LIMBAH UDANG WINDU. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2010
Baca Juga : ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI UDANG PUTIH (LITOPENAEUS VANNAMEI) UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DI KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA (Al-Furqan, 2017)