Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
R. A. Alivia Yuningrum, FENOMENA PELECEHAN SEKSUAL VERBAL TERHADAP PEREMPUAN DI PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS KOTA BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi,2024

Peningkatan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan semakin sering terjadi di masyarakat, baik dalam bentuk non-verbal maupun verbal. pelecehan seksual memiliki potensi besar untuk terjadi saat ini, dan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, baik di lingkungan pribadi maupun publik, termasuk di perguruan tinggi. menurut survei yang dilakukan oleh tim litbang mpi pada tahun 2021, terdapat beberapa kasus pelecehan seksual di berbagai perguruan tinggi di indonesia. hal ini sering diabaikan dan diberikan toleransi, membuat pelaku merasa aman untuk terus melakukannya. kondisi ini sangat bertentangan dengan prinsip perguruan tinggi yang seharusnya menegakkan etika dan sopan santun tinggi, menjaga perilaku dan bahasa sehari-hari, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh civitas akademika. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. penulis menggunakan teori feminisme postmodern oleh luce irigaray. hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa di kota banda aceh, yang sering disebut sebagai kota yang melaksanakan syariat islam, masih menghadapi masalah pelecehan seksual. fenomena pelecehan seksual verbal masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa perilaku tersebut termasuk dalam kategori pelecehan seksual. selain itu, budaya patriarki yang masih kuat di banyak masyarakat juga berperan dalam mengaburkan batas antara candaan dan pelecehan dianggap sepele. penelitian yang dilakukan bem usk di universitas syiah kuala pada tahun 2023 mengungkapkan bahwa 54,6 persen kasus pelecehan seksual terjadi di lingkungan perguruan tinggi. pelecehan seksual verbal yang kerap terjadi dilingkungan kampus seperti; catcalling, kgbo, body shamming. tanggapan korban terkait pelecehan seksual verbal yang dia terima korban merasa bahwasanya harga diri mereka direndahkan sebagai perempuan. kata kunci : pelecehan seksual verbal, perguruan tinggi



Abstract

Increasing cases of sexual harassment against women are increasingly occurring in society, both in non-verbal and verbal forms. Sexual harassment has great potential to occur today, and can occur at any time and anywhere, both in private and public environments, including at universities. According to a survey conducted by the MPI R&D team in 2021, there were several cases of sexual harassment at various universities in Indonesia. This is often ignored and tolerated, making the perpetrator feel safe to continue doing it. This condition is very contrary to the principles of higher education which should uphold high ethics and courtesy, maintain daily behavior and language, and create a safe environment for the entire academic community. This research uses descriptive qualitative methods. The author uses the theory of Postmodern Feminism by Luce Irigaray. The results of this research conclude that the city of Banda Aceh, which is often referred to as a city that implements Islamic law, still faces the problem of sexual harassment. There are still many people who do not realize that this behavior is included in the category of sexual harassment. Apart from that, the patriarchal culture that is still strong in many societies also plays a role in blurring the lines between jokes and harassment that are considered trivial. Research conducted by BEM USK at Syiah Kuala University in 2023 revealed that 54.6 percent of sexual harassment cases occurred in the university environment. Verbal sexual harassment that often occurs on campus, such as; catcalling, KGBO, Body Shamming. The victim's response regarding the verbal sexual harassment she received was that the victim felt that their self-esteem had been lowered as women Keyword : Sexual Verbal Harassment, Higher Education



    SERVICES DESK