Konflik pasca pemilihan keuchik di gampong kulu gampong kulu disebabkan karena adanya perbedaan pendapat dan dukungan dari kubu atau tim-tim pendukung kedua belah pihak, yang menimbulkan rasa kecemburuan sosial sehingga tidak menerima akan kekalahan dan kemenangan yang terjadi pada saat pemilihan keuchik di gampong kulu. hal ini menyebabkan sebagian masyarakat menjadi berkelompok yang saling mendukung antar dukungannya masing masing, sehingga mengakibatkan konflik antar dua kelompok pendukung. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. penelitian ini mengkaji tentang konflik sosial dalam pemilihan keuchik di gampong kulu kecamatan seunagan kabupaten nagan raya yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja yang menjadi penyebab terjadinya konflik sosial, upaya dalam menyelesaikanya menurut perspektif ralf dahrendrof dan ingin melihat kondisi masyarakat pasca terjadinya konflik tersebut. dari hasil penelitian, bahwa faktor penyebab timbulnya konflik sosial yang terjadi di gampong kulu adalah karena adanya perbedaan pendapat dari kubu atau tim tim dari kedua pihak, yang menimbulkan kecemburuan sosial sehingga tidak menerima akan kekalahan dan kemenangan yang terjadi pada saat pemilihan keuchik di gampong kulu. selain itu juga adanya perbedaan persepsi yang menyebabkan salaing terjadinya tuding menuding untuk saling menjatuhkan lawannya. upaya dalam penyelesaian konflik yang dilakukan di gampong kulu dengan cara penyelesaian konflik secara individu, musyawarah bersama, mediasi, konsiliasi, dan meningkatkan silahturahmi antar masyarakat. upaya yang dilakukan tersebut dapat berhasil dan membuat masyarakat semakin menjadi lebih akrab setelah terjadinya konflik tersebut. kondisi masyarakat gampong kulu pasca terjadinya perdamaian lebih mengarah pada kepada perubahan yang positif dengan meningkatnya hubungan dan rasa solidaritas antar masyarakat yang kembali membaik serta tidak ada lagi kelompok-kelompok dalam masyarakat, dan masyarakat kembali aktif dalam segi kegiatan sosial. kata kunci: konflik, resolusi konflik, pemilihan keuchik
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
RESOLUSI KONFLIK PASCA PEMILIHAN KEUCHIK DI GAMPONG KULU KECAMATAN SEUNAGAN KABUPATEN NAGAN RAYA. Banda Aceh ,2024
Baca Juga : PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS, TEMMINCK 1847) DENGAN MANUSIA DI DESA BLANG LANGO,RNKECAMATAN SEUNAGAN TIMUR, KABUPATEN NAGAN RAYA (Iesyatir Raziah, 2024)
Abstract
The conflict after the keuchik election in Gampong Kulu Gampong Kulu was caused by differences of opinion and support from the camps or supporting teams of both parties, which gave rise to a sense of social jealousy so that they did not accept the defeats and victories that occurred during the keuchik election in Gampong Kulu. This causes some communities to form groups that support each other, resulting in conflict between the two support groups. The method used in this research is a qualitative approach by collecting data through interviews and documentation. The data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research examines social conflict in the Keuchik election in Gampong Kulu, Seunagan District, Nagan Raya Regency, which aims to describe what causes social conflict, efforts to resolve it according to Ralf Dahrendrof's perspective and wants to see the condition of society after the conflict occurred. From the results of the research, the factor that caused the social conflict that occurred in Gampong Kulu was due to differences of opinion from the camps or teams of both parties, which gave rise to social jealousy so that they did not accept the defeats and wins that occurred during the keuchik election in Gampong Kulu. Apart from that, there are also differences in perception which cause mutual accusations to occur to bring down each other's opponents. Efforts to resolve conflicts are carried out in Gampongg Kulu by means of individual conflict resolution, joint deliberation, mediation, conciliation, and increasing friendship between communities. These efforts can be successful and make the community become closer after the conflict occurs. The condition of the Gampong Kulu community after peace has led to more positive changes with increased relations and a sense of solidarity between communities which have improved again and there are no longer any groups in society, and the community is again active in terms of social activities. Keywords: Conflict, Conflict Resolution, Election of Village Leader
Baca Juga : PERSEPSI MASYARAKAT SEUNAGAN TIMUR TERHADAP TAREKAT ABU HABIB MUDA SEUNAGAN PEULEKUNG DI KABUPATEN NAGAN RAYA (Warni sasmita, 2023)