Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting sebagai penambah pendapatan negara dan sebagai bahan konsumsi dalam negeri. aceh merupakan salah satu provinsi yang menyumbang produksi kakao di indonesia, pada tahun 2022 luas tanaman kakao mencapai 96.603 ha dengan tingkat produksi 38.377 ton. budidaya kakao tidak lepas dari peranan serangga yang ada disekitarnya, salah satunya adalah semut. semut memiliki fungsi yang esensial pada ekosistem perkebunan. dalam teknik budidaya kakao, sanitasi merupakan bagian dari aktivitas penting dalam pemeliharaan tanaman untuk menciptakan kondisi fisik lingkungan yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman. sanitasi lahan berpengaruh terhadap keanekaragaman serangga, salah satunya semut yang berada pada tanaman kakao yang dapat dimanfaatkan sebagai musuh alami. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman semut pada perkebunan kakao dengan sanitasi yang berbeda di kecamatan lembah seulawah kabupaten aceh besar. penelitian ini dilakukan pada dua lahan perkebunan kakao di desa saree aceh kecamatan lembah seulawah kabupaten aceh besar, yang terdiri dalam dua kategori kebun kakao yang bersih dan kotor. pada masing-masing lahan dibuat 5 plot pengamatan dengan luas 20 x 20 m^2. dalam satu plot pengamatan dipilih 10 tanaman sampel. pengambilan sampel semut arboreal dilakukan dengan menggunakan umpan larutan gula yang diletakkan pada pohon kakao dengan ketinggian rata-rata 1 meter. pengambilan semut terestrial dilakukan dengan menggunakan perangkap pitfall trap yang diisi dengan larutan deterjen sebanyak 100 ml (terdiri dari 100 ml air + 4 g deterjen + 4 g garam). pengamatan sampel semut diambil menggunakan kuas dan dimasukkakan ke dalam botol sampel berisi alkohol yang dilakukan di laboratorium pengendalian hayati. hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelimpahan semut pada kebun bersih dan kotor menunjukkan perbedaan yang sangat nyata. kebun kakao kotor ditemukan 19 spesies semut dengan jumlah semut 2.513 individu sedangkan pada kebun kakao bersih ditemukan 17 spesies semut dari 4.172 individu semut. semut yang ditemukan pada kedua kebun setelah diidentifikasi terdiri dari 6 subfamili, 19 genus dan 20 morfospesies. kelimpahan dan keanekaragaman semut lebih tinggi pada kebun kakao yang kotor dibandingkan dengan kebun kakao yang bersih. spesies semut yang paling banyak ditemukan pada kedua lokasi penelitian yaitu dari spesies dolichoderus sp. sebanyak 2.590 individu dan spesies semut yang paling sedikit ditemukan yaitu aphaenogaster sp. sebanyak 5 individu. keanekaragaman semut yang relatif tinggi pada perkebunan kakao kotor diduga dipengaruhi oleh kondisi kebun yang tidak dilakukan sanitasi sehingga terdapat banyak tumbuhan liar, vegetasi yang beragam dan tumpukan serasah yang menjadi habitat serta sebagai tempat mencari makan bagi semut. berdasarkan penelitian ini, keanekaragaman spesies semut lebih rendah pada kondisi perkebunan kakao yang dilakukan sanitasi sedangkan kondisi kebun kakao yang tidak dilakukan sanitasi tingkat keanekaragaman spesies semut lebih tinggi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEANEKARAGAMAN SEMUT PADA PERKEBUNAN KAKAO DENGAN SANITASI YANG BERBEDA DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian Proteksi Tanaman,2024
Baca Juga : KEANEKARAGAMAN SERANGGA PERMUKAAN TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KAKAO DENGAN KEMIRINGAN YANG BERBEDA DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR (Rukhaiya Nurul Hayani, 2024)
Abstract
Cocoa is one of the plantation commodities that plays an important role in increasing state income and as a domestic consumption material. Aceh is one of the provinces that contributes to cocoa production in Indonesia, in 2022 the area of cocoa plants reached 96,603 ha with a production level of 38,377 ton.Cocoa cultivation cannot be separated from the role of insects in the surrounding area, one of which is ants.Ants have an essential function in the plantation ecosystem. In cocoa cultivation techniques, sanitation is part of an important activity in plant maintenance to create physical environmental conditions that are suitable for plant growth. Land sanitation affects the diversity of insects, one of which is ants on cocoa plants that can be used as natural enemies. This study aims to determine the diversity of ants on cocoa plantations with different sanitation in Lembah Seulawah District, Aceh Besar Regency. This study was conducted on two cocoa plantations in Saree Aceh Village, Lembah Seulawah District, Aceh Besar Regency, which consist of two categories of clean and dirty cocoa gardens. On each land, 5 observation plots were made with an area of 20 x 20m2.In one observation plot, 10 sample plants were selected. Sampling of arboreal ants was carried out using sugar solution bait placed on cocoa trees with an average height of 1 meter. Terrestrial ants were collected using Pitfall traps filled with 100 ml of detergent solution (consisting of 100 ml of water + 4 g of detergent + 4 g of salt). Observation of ant samples was taken using a brush and put into a sample bottle containing alcohol which was carried out at the Biological Control Laboratory. The results of the study showed that the abundance of ants in clean and dirty gardens showed a very significant difference. Dirty cocoa gardens were found to have 19 ant species with a total of 2,513 individuals, while in clean cocoa gardens 17 ant species were found from 4,172 individual ants. The ants found in both gardens after being identified consisted of 6 subfamilies, 19 genera and 20 morphospecies. The abundance and diversity of ants were higher in dirty cocoa gardens compared to clean cocoa gardens. The most abundant ant species found in both research locations was the Dolichoderus sp. species with 2,590 individuals and the least abundant ant species found was Aphaenogaster sp. with 5 individuals. The relatively high diversity of ants in dirty cocoa plantations is thought to be influenced by the condition of the gardens that were not sanitized so that there were many wild plants, diverse vegetation and piles of litter that became habitats and as places for ants to find food. Based on this study, the diversity of ant species was lower in sanitized cocoa plantations, while in unsanitized cocoa gardens, the level of ant species diversity was higher.