Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Mohd Ichsan Nasution, PENGARUH WAKTU PENGADUKAN LAMBAT DAN JENIS KOAGULAN TERHADAP TINGKAT KEJERNIHAN PADA PROSES PENGOLAHAN AIR SUNGAI. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011

Di indonesia air permukaan merupakan salah satu sumber bahan baku air bersih yang banyak dipakai, karena ketersediaannya yang mclimpah. dalam penyediaan air bersih khususnya air minum, selain kuantitas dan koatinuitasnya, kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku. air minum yang ideal harus mempunyai karakteristik seperti jemih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, tidak mengandung kuman patogen dan segala mahluk hidup yang membahayakan kesehatan manusia, tidak mengandung zat kimia yang dapat mengubah fungsi tubuh, tidak meninggalkan endapan pada seluruh jaringan distribusinya, tidak korosif dan lain-lain. metode pengolahan air khususnya air sungai yang umum digunakan adalah pengolahan secara fisika-kimia, yakni koagulasi-flokulasi diikuti dengan sedimentasi. dalam proses koagulasi flokulasi biasanya digunakan aluminium sulfat sebagai koagulan. salah satu alternatif yang tersedia secara lokal adalah penggunaan koagulan alami dari tanaman yang dapat diperoleh di sekitar kita yakni tanaman kelor (moringa oleifera l.) atau lebih dikenal sebagai bak murong dalam bahasa aceh. tanaman kelor (moringa o/eifera l.) banyak tumbuh di daerah pedesaan propinsi aceh dan masyarakat hanya memanfaatk an buah dan daun mudanya untuk dirnakan sebagai sayur-sayuran, sedangkan bagian tanaman lainnya belum termanfaatkan. biji kelor yang sudah kering dapat dimanfaatkan untuk penjenihan air karena mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil­ isothiocyanate yang dapat berfungsi sebagai bahan koagulan dan desinfektan. zat ini mampu menurunkan kandungan zat pencemar di dalam seperti kekeruhan, warna, dan zat organik lainnya. selain itu zat ini air bakteri juga mampu membunuh koli yang terkandung di dalam air. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan tiga kali ulangan. perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari 2 faktor, faktor variasi waktu pengadukan lambat 40 rpm" (t) dan jenis koagulan (w). faktor variasi waktu pengadukan lambat 40 rpm" (t) terdiri dari 5 taraf, yaitu 5 menit (t), 10 menit (t), 15 menit (t3), 20 menit (t,), dan 25 menit (ts). faktor jenis koagulan (w) terdiri dari 2 taraf, yaitu aluminium sulfat (w,) dan serbuk biji kelor (w). analisis yang dilakukan terhadap air bahan baku dan air basil olahan meliputi nilai ph, analisis kekeruhan, warna, kesadahan, analisis bakteri koli total, mangan (mn) dan besi (fe). hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan terhadap variasi jenis koagulan berpengaruh sangat nyata (p0,01) terhadap kadar magnesium (mg) dan kadar mangan (mn); serta berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap turbidity, wama dan bakteri e.coli. kombinasi terbaik untuk air olahan yang dihasilkan dari setiap perlakuan yang diberikan adalah perlakuan jen.is koagulan aluminium sulfat dengan waktu pengadukan lambat 25 menit.



Abstract



    SERVICES DESK