Nenas (ananas comosus (l.) merr.) merupakan salah satu buah yang sangat digemari masyarakat karena memiliki daging buah yang lunak, rasanya manis dan menyegarkan. selain untuk dikonsumsi dalam skala rumah tangga, biasanya nenas juga dimanfaatkan untuk bahan baku industri pangan seperti industri selai, manisan, jelly, sirup, produk-produk kalengan dan beberapa produk lainnya permasalahan kelebihan produksi dapat diatasi dengan berbagai pengolahan pangan sesuai dengan karakter buah dan kebutuhan konsumen. keripik nenas berpotensi untuk menjawab permasalahan kelebihan produksi buah nenas. pengolahan nenas menjadi keripik selain dianggap praktis, ekonomis juga memiliki daya simpan yang lebih lama. selama pengolahan menjadi keripik, banyak bahan-bahan lainnya yang ditambahkan yang dapat mempengaruhi mutu akhir dari keripik yang dihasilkan. dua faktor penting yang dapat mempengaruhi karakteristik dari keripik yang dihasilkan adalah konsentrasi kapur dan suhu penggorengan yang digunakan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kapur ca(oh) dan suhu penggorengan terhadap mutu keripik nenas yang dihasilkan. penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (rak) faktorial. faktor yang diteliti yaitu pengaruh konsentrasi kapur dan suhu penggorengan, yang masing-masing terdiri atas taraf. konsentrasi kapur (k) terdiri atas k, = 0,1 %,k = 0,2 %, dan k = 0,3 %, dan suhu penggorengan (t) terdiri atas t, = 70c, t, = 80c, dan t, = 90c. kombinasi perlakuan dalam penelitian ini adalah 3 x 3 = 9, dengan menggunakan 3 (tiga) kali ulangan, schingga diperoleh 27 satuan percobaan.. hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kapur (k) berpengaruh sangat nyata (p>0,01) terhadap kadar abu dan kadar lemak keripik nenas yang dihasilkan. suhu penggorengan (t) berpengaruh sangat nyata (p>0,0i) terhadap kadar abu, kadar lemak dan uji organoleptik dan berpen garuh nyata terhadap kadar vitamin c dan uji organoleptik wara keripik nenas yang dihasilkan. sedangkan rendemen, kadar air, kadar vitamin c, uji organoleptik warna, rasa dan kerenyahan tidak dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut. semakin tingg konsentrasi kapur, maka semakin tinggi kadar lemak keripik nenas yang dihasilkan, sedangkan semakin tinggi suhu pcnggorengan, maka kadar lemak keripik ncnas yang dihasilkan semakin rendah. semakin tinggi suhu penggorengan, maka kadar air, kadar lemak, dan kesukaan panelis terhadap warna dan ra sa dari keripik nenas yang dihasilkan cenderung semakin menurun. semakin tinggi konsentrasi kapur dan suhu penggorengan, maka semakin tinggi kadar abu keripik nenas yang dihasilkan perlakuan terbaik dilakukan dengan menggunakan metode rangking dan diperoleh dari kombinasi perlakuan kit2 ( konsentrasi kapur 0,i% dan suhu penggorengan 80c). kombinasi perlakuan ini menghasilkan rendemen 7,17%, kadar air 4,43%. kadar abu 1,19%, kadar lemak rasa, kadar vitamin c 20.05 mg/i00 g bahan, serta warna, rasa, dan aroma keripik nenas yang disukai .
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMBUATAN KERIPIK NENA (ANANAS COMOSUS MERR) DENGAN MENGKAJI PENGARUH KONSENTRASI KAPUR (CR(OH)) DAN SUHU PENGGORENGAN TERHADAP MUTU KERIPIK NENAS. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2008
Baca Juga : DESAIN ALAT PENGUPAS NENAS (ANANAS COMOSUS MERR.) TIPE ENGKOL (Isnanda Rahmatullah, 2024)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN PEMBUATAN KERIPIK SIMULASI LABU TANAH (CUCURBITA MOSCHATA) DENGAN VARIASI LAMA PENGUKUSAN DAN SUHU PENGERINGAN (Mohammad Ridha, 2024)