Sumber air bagi tanaman dapat berasal dari irigasi ataupun curah hujan. lahan pertanian tadah hujan merupakan salah satu jenis lahan kering yang memerlukan curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. besarnya curah hujan yang dapat digunakan oleh tanaman disebut curah hujan efektif. penelitian ini bertujuan menganalisis curah hujan efektif harian yang tersedia bagi tanaman dan menentukan pola serta waktu tanam yang tepat di wilayah kecamatan kuta cot glie. penelitian dilakukan di sawah tadah hujan kecamatan kuta cot glie kabupaten aceh besar. peralatan yang digunakan adalah ring sample dan gps. tahapan penelitian yang dilakukan adalah survei sawah tadah hujan, pengumpulan data yaitu data curah hujan dan data klimatologi selama 10 tahun periode 2004 – 2013, peta administrasi, peta jenis tanah dan peta penggunaan lahan dan pengolahan data yaitu evapotranspirasi tanaman (etc) menurut doonrenbos dan pruitt (1977), curah hujan efektif menurut oldeman serta pola dan waktu tanam. berdasarkan klasifikasi iklim menurut oldeman kecamatan kuta cot glie termasuk dalam iklim tipe e yaitu terlalu kering hanya dapat ditanami satu kali palawija. curah hujan rata-rata maksimum di wilayah ini terdapat pada musim hujan yaitu bulan november hingga desember. curah hujan efektif maksimum terjadi pada setengah bulanan pertama bulan november untuk padi sebesar 81,01 mm/hari dan palawija sebesar 60,76 mm/hari. kebutuhan air tanaman sebesar 16.028.900 m3/tahun tidak terpenuhi jika ketersediaan air pola tanam i (padi-padi-jagung) sebesar 11.235.178,316 m3/tahun yang awal masa tanam pada bulan juli. kebutuhan air tanaman pola tanam ii (padi-jagung-kedelai) sebesar 15.308.500 m3/tahun juga tidak terpenuhi jika ketersediaan air sebesar 10.574.751,6 m3/tahun yang awal masa tanam pada bulan oktober. hasil analisis perbandingan kebutuhan air tanaman dan curah hujan efektif menunjukkan bahwa pola tanam yang optimal untuk lahan sawah tadah hujan di kecamatan kuta cot glie adalah pola tanam ii (padi-jagung-kedelai) dengan menggeser awal masa tanam dari bulan oktober menjadi bulan november dan seterusnya. pergeseran awal masa tanam pola tanam ii (padi-jagung-kedelai) pada bulan november hampir memenuhi kebutuhan air tanaman sebesar 15.277.522,8 m3/tahun dengan ketersediaan air sebesar 11.9591.80,3 m3/tahun atau sekitar 12% lebih banyak dibandingkan pada awal tanam bulan oktober. sehingga direkomendasi pola tanam ii (padi-jagung-kedelai) dengan awal masa tanam pada bulan november sesuai dengan karakteristik curah hujan efektif di kecamatan kuta cot glie.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS CURAH HUJAN EFEKTIF HARIAN UNTUK MENENTUKAN POLA TANAM PADA SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN KUTA COT GLIE KABUPATEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2015
Baca Juga : ANALISIS KEBUTUHAN AIR UNTUK TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L) PADA SAWAH TADAH HUJAN BERDASARKAN KONDISI IKLIM DI KECAMATAN DARUL KAMAL KABUPATEN ACEH BESAR (Cut Dahniar, 2024)
Abstract
Baca Juga : PEMETAAN SEBARAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN (STUDI KASUS KECAMATAN SERUWAY) (Khairatul Sufina R, 2024)