Cut alva zadia (2024). pemanfaatan cangkang pala (myristica fragrans houtt) sebagai adsorben methyl orange. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan drs. zulfadli, m.si. dan dr. ibnu khaldun, m.si. methyl orange (mo) merupakan pewarna golongan azo yang dapat larut dalam air yang sering digunakan pada industri tekstil, kertas cetak, plastik, dan laboratorium sebagai indikator ph dan titrasi asam basa. zat warna golongan ini akan bertahan lama dalam aliran air dan menyebabkan pencemaran air karena bersifat stabil, karsinogenik, racun, mutagenic, colorant, dan recalcitrant. pencemaran oleh mo dapat diatasi dengan metode adsorpsi menggunakan adsorben berupa arang aktif. arang aktif biasanya menggunakan bahan alam yang mengandung hemiselulosa, selulosa, dan lignin yang tinggi. salah satu bahan alam yang mengandung senyawa tersebut adalah cangkang pala. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi cangkang pala (myristica fragrans houtt) sebagai adsorben untuk menghilangkan pewarna sintetik mo dalam larutan. cangkang pala dikarbonisasi pada suhu 400°c selama 1 jam dan diaktivasi menggunakan hcl 1 m. penentuan kondisi optimum adsorpsi menggunakan beberapa parameter yaitu waktu kontak, ph, massa adsorben, dan konsentrasi adsorbat. hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben cangkang pala mampu mengadsorpsi zat warna mo dengan persentase adsorpsi sebesar 97,521% dan kapasitas adsorpsi sebesar 9,973 mg/g pada kondisi optimum yaitu massa adsorben 1,2 gram, konsentrasi adsorbat 500 mg/l, ph optimum 3, dan waktu kontak 25 menit. mekanisme adsorpsi zat warna methyl orange oleh karbon aktif cangkang pala dapat mengikuti kedua model isoterm adsorpsi yaitu isoterm langmuir dan freundlich karena selisih nilai koefisien determinasi kedua model isoterm tidak signifikan perbedaannya. kata kunci: arang aktif, cangkang pala, methyl orange, adsorpsi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMANFAATAN CANGKANG PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) SEBAGAI ADSORBEN METHYL ORANGE. Banda Aceh ,2024
Baca Juga : DNA BARCODING DAN KEKERABATAN VARIETAS LOKAL TANAMAN PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT.) DI KABUPATEN ACEH SELATAN (Septi Nur Azzari, 2024)
Abstract
Cut Alva Zadia (2024). Utilization of Nutmeg Shells (Myristica fragrans Houtt) as Methyl Orange Adsorbent. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the supervision of Drs. Zulfadli, M.Si. and Dr. Ibnu Khaldun, M.Si. Methyl Orange (MO) is a water-soluble azo group dye that is often used in the textile industry, printing paper, plastics, and laboratories as a pH indicator and acid-base titration. This class of dyes will last a long time in the water stream and cause water pollution because it is stable, carcinogenic, toxic, mutagenic, colorant, and recalcitrant. Pollution by MO can be overcome by adsorption methods using adsorbents in the form of activated charcoal. Activated charcoal usually uses natural materials that contain high hemicellulose, cellulose, and lignin. One of the natural materials that contain these compounds is nutmeg shell. This study aims to evaluate the potential of nutmeg shell (Myristica fragrans Houtt) as an adsorbent to remove MO synthetic dye in solution. The nutmeg shell was carbonized at 400°C for 1 hour and activated using 1 M HCl. Determination of optimum adsorption conditions using several parameters, namely contact time, pH, adsorbent mass, and adsorbate concentration. The results showed that the nutmeg shell adsorbent was able to adsorb MO dye with an adsorption percentage of 97.521% and an adsorption capacity of 9.973 mg/g under the optimum conditions of adsorbent mass of 1.2 grams, adsorbate concentration of 500 mg/L, optimum pH 3, and contact time of 25 minutes. The adsorption mechanism of methyl orange dye by nutmeg shell activated carbon can follow both adsorption isotherm models, namely Langmuir and Freundlich isotherms because the difference in the coefficient of determination values of the two isotherm models is not significantly different. Keywords: Activated carbon, nutmeg shells, methyl orange, adsorption
Baca Juga : STUDI ETNOBOTANI PALA DI KABUPATEN ACEH SELATAN (cut windasari, 2014)