Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ABDULLAH SANI HALOMOAN SIREGAR, ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI KABUPATEN ACEH TENGAH DAN BENER MERIAH DENGAN METODE PENGINDERAAN JAUH. Banda Aceh Fakultas Pertanian Kehutanan,2024

Hutan indonesia kaya sumber daya alam, terutama kayu untuk manusia. jenis hutan berdasarkan fungsinya adalah produksi, lindung, dan konservasi. hutan lindung penting untuk menjaga lingkungan dengan mengatur air, mencegah banjir, erosi, intrusi air laut, dan menjaga kesuburan tanah. deforestasi, terutama melalui penebangan pohon, berdampak besar pada lingkungan dan iklim dengan mengurangi penyerapan co2 dan meningkatkan gas rumah kaca. pada tahun 2000, hutan kabupaten aceh tengah dan bener meriah didominasi oleh hutan primer, hutan sekunder, dan hutan tanaman. pada tahun 2006, terjadi penurunan luas hutan primer dan peningkatan hutan sekunder. pada tahun 2014, hutan lindung masih didominasi oleh hutan dengan peningkatan primer dan penurunan hutan sekunder. pada tahun 2021, hutan lindung masih didominasi oleh hutan primer, dengan peningkatan signifikan pada hutan tanaman dan pertanian lahan kering campuran. pemanfaatan teknologi untuk pemantauan perubahan tutupan hutan semakin berkembang, melalui pemetaan hutan dan analisis citra satelit. klasifikasi masing-masing citra terdapat nilai eror sehingga mengurangi akurasi hasil pengelolaan citra. untuk mengurangi nilai eror, maka diperlukan data pengamatan di lapangan yang terdapat informasi tutupan lahan di lapangan. diperlukan penelitian untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di kabupaten aceh tengah dan bener meriah karena informasi terkait belum tersedia. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tutupan lahan dan perubahannya di tahun 2002, 2007, 2012, 2017, dan 2023 di kabupaten aceh tengah dan bener meriah dengan metode klasifikasi peluang maksimum (maximum likelihood classification). hasil penelitian ini, diklasifikasikan sebanyak empat belas kelas tutupan lahan yaitu hutan primer, hutan sekunder, hutan tanaman, lahan terbuka, padang rumput, bandara, perkebunan, permukiman, pertanian lahan kering, pertanian lahan kering campuran, semak belukar, transmigrasi, tubuh air, sawah. pengujian akurasi terhadap 350 titik sampel, sebanyak 304 di antaranya sesuai dengan hasil klasifikasi, menghasilkan akurasi klasifikasi tutupan lahan tahun 2023 sebesar 86,86%. hasil analisis citra di kabupaten aceh tengah dan bener meriah menunjukkan terdapat empat belas kelas tutupan lahan yang berhasil diklasifikasikan, termasuk hutan primer, hutan sekunder, dan hutan tanaman. akurasi klasifikasi tutupan lahan tahun 2023 mencapai 86,86% berdasarkan pengujian dengan 350 titik sampel, menunjukkan kesesuaian yang baik dengan data lapangan. perubahan terbesar terjadi pada kelas semak belukar di kabupaten aceh tengah pengurangan 81,15% dan pada kelas hutan sekunder di kabupaten bener meriah pengurangan 57,57%.



Abstract

Indonesia's forests are rich in natural resources, especially timber for human use. Based on their functions, forests are classified into production, protection, and conservation forests. Protection forests are vital for preserving the environment by regulating water, preventing floods, erosion, seawater intrusion, and maintaining soil fertility. Deforestation, especially through tree logging, has a significant impact on the environment and climate by reducing CO2 absorption and increasing greenhouse gases. In 2000, the forests in Central Aceh Regency and Bener Meriah were dominated by primary forests, secondary forests, and plantation forests. In 2006, there was a decrease in the area of primary forests and an increase in secondary forests. By 2014, protection forests were still dominated by forests, with an increase in primary forests and a decrease in secondary forests. In 2021, protection forests were still primarily composed of primary forests, with significant increases in plantation forests and mixed dryland farming. The use of technology for monitoring forest cover changes is increasingly developing through forest mapping and satellite image analysis. Each image classification contains error values, reducing the accuracy of image management results. To reduce these error values, field observation data with information on land cover is needed. Research is needed to analyze land cover changes in Central Aceh Regency and Bener Meriah, as relevant information is not yet available. This research aims to identify land cover and its changes in 2002, 2007, 2012, 2017, and 2023 in Central Aceh Regency and Bener Meriah using the maximum likelihood classification method. The results of this study classified fourteen land cover classes, namely primary forest, secondary forest, plantation forest, open land, grassland, airport, plantation, settlement, dryland farming, mixed dryland farming, shrubs, transmigration, water bodies, and rice fields. An accuracy test on 350 sample points found that 304 of them matched the classification results, yielding a land cover classification accuracy of 86.86% for 2023. Image analysis in Central Aceh Regency and Bener Meriah showed fourteen successfully classified land cover classes, including primary forest, secondary forest, and plantation forest. The land cover classification accuracy for 2023 reached 86.86%, based on testing with 350 sample points, indicating good alignment with field data. The largest changes occurred in the shrub class in Central Aceh, with an 81.15% reduction, and in the secondary forest class in Bener Meriah, with a 57.57% reduction.



    SERVICES DESK