Berdasarkan tinjauan desain tahan gempa, bentuk gedung yang lebih dikehendaki adalah yang mempunyai konfigurasi beraturan seperti bujursangkar, bentuk bentuk l, t atau h biasanya bentuk yang sulit digunakan untuk tahan gempa. untuk itu umumnya dapat diatasi dengan menggunakan dilatasi. pada perencanaan ini ditinjau pengaruh penggunaan dilatasi terhadap gaya dalam struktur atas yang meliputi balok dan kolom. perbandingan dilakukan antara gedung dengan konfigurasi beraturan dan tidak beraturan. pada tinjauan digunakan gedung dengan bentuk h simetris tanpa dilatasi (td) untuk konfigurasi tidak beraturan, dan dengan dilatasi (dd) untuk konfigurasi beraturan. berdasarkan hasil analisis struktur, nilai eksentrisitas antara pusat massa dan pusat kekakuan bangunan memilki milai yang kecil, sehingga bangunan akan mengalami defleksi torsional kecil. mengakibatkan kolom dan balok yang jauh dari pusat kekakuan, mengalami gaya dalam lebih besar dari kolom dan balok yang dekat dengan pusat kekakuan. dilatasi memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap momen dan gaya geser yang timbul pada kolom dibandingkan dengan pengaruh dilatasi terhadap gaya aksial, pada balok dilatasi memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap momen dibandingkan terhadap gaya geser. pada perhitungan analisis varian yang dilakukan terhadap momen, gaya geser dan gaya aksial, didapatkan nilai f hitung lebih kecil dari f% tabel. sehingga dapat disimpulkan bahwa dilatasi memberikan pengaruh yang kurang signifikan pada bangunan tidak beraturan yang eksentrisitas pusat massa dan pusat kekakuan bangunan memiliki nilai kecil seperti gedung dengan bentuk l-1.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH DILATASI TERHADAP GAYA DALAM KOLOM DAN BALOK PADA GEDUNG BERLANTAI EMPAT DENGAN DENAH BENTUK H. Banda Aceh Fakultas Teknik,2012
Baca Juga : PENGARUH PERBEDAAN WILAYAH GEMPA TERHADAP MOMEN, GAYA GESER, DAN GAYA AKSIAL PADA GEDUNG BERTINGKAT LIMA (VARIASI WILAYAH GEMPA II, IV, DAN VI) (Zulfazilla, 2024)