Abstrak program bsps merupakan dana yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah oleh pemerintah. program ini bertujuan guna mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi akibat pembangunan rumah yang asal-asalan dan tidak memenuhi kriteria layak huni. pada pelaksanaanya tfl menjadi komponen yang sangat penting dalam pendampingan penerima bantuan untuk menyukseskan program bsps. penelitian bertujuan untuk mengetahui pola pendampingan fasilitator pada keberhasilan program bsps di aceh besar. penelitian ini menerapkan metode pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menerapkan wawancara, observasi dan dokumentasi. penelitian ini memakai teori strukturasi anthony giddens pada pola pendampingan tfl. hasil penelitian menunjukkan bahwa tfl memegang peran penting dalam mendampingi masyarakat penerima manfaat untuk memastikan keberhasilan program. pendampingan yang dilakukan oleh tfl mencakup berbagai aspek mulai dari sosialisasi, bimbingan teknis, hingga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. tfl menghadapi beberapa tantangan dalam proses pendampingan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat dan perbedaan budaya antara fasilitator dan penerima manfaat. namun, tfl berupaya mengatasi hambatan tersebut dengan melakukan pendekatan kearifan lokal, berkoordinasi dengan perangkat desa, dan mempelajari budaya setempat. pendampingan yang efektif dari tfl juga terlihat dari evaluasi kinerja mereka, di mana mereka mampu mencapai target yang cukup baik dalam aspek fasilitasi dan pelaksanaan program. dengan demikian, program bsps memiliki potensi besar untuk sukses, asalkan dilakukan perbaikan berkelanjutan dalam aspek pelaporan, peningkatan kapasitas tfl, dan penguatan partisipasi masyarakat. kata kunci : pola pendampingan, tfl, teori strukturasi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POLA PENDAMPING TENAGA FASILITATOR LAPANGAN DALAM KEBERHASILAN PROGRAM BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (STUDI KASUS DI DESA COT BEUT, KEC. KUTA BARO, KAB. ACEH BESAR). Banda Aceh ,
Baca Juga : EVALUASI TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI SAPI ACEH MENGGUNAKAN SEMEN BEKU SAPI EKSOTIK MELALUI PROGRAM UPSUS SIWAB DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR (HAKIKA AMASENA, 2020)
Abstract
ABSTRACT The BSPS program is a fund provided by the government to low-income communities. This program aims to reduce social inequality resulting from haphazard housing construction that does not meet the criteria for decent living conditions. In its implementation, the Technical Field Facilitator (TFL) becomes a critical component in assisting aid recipients to ensure the success of the BSPS program. This study aims to understand the facilitation pattern of TFL in the success of the BSPS program in Aceh Besar. The research employs a qualitative approach, collecting data through interviews, observation, and documentation. It applies Anthony Giddens' structuration theory to analyze the TFL facilitation pattern. The results show that TFL plays an essential role in assisting beneficiary communities to ensure the program's success. The assistance provided by TFL covers various aspects, including socialization, technical guidance, and building good communication with the community. TFL faces several challenges during the facilitation process, such as low community participation and cultural differences between facilitators and beneficiaries. However, TFL attempts to overcome these obstacles by applying local wisdom approaches, coordinating with village officials, and learning the local culture. The effectiveness of TFL’s facilitation is also reflected in their performance evaluation, where they have managed to achieve significant targets in both facilitation and program implementation. Therefore, the BSPS program has great potential for success, provided there is continuous improvement in reporting, capacity building for TFL, and strengthening community participation. Keyword : Mentoring Pattern, Facilitator, Stucturation Theory