Manajemen aset adalah tindakan dengan biaya serendah mungkin dan aset tidak boleh musnah atau hilang kecuali harus dihancurkan atau dihapuskan, sehingga aset dapat atau memberikan manfaat semaksimal mungkin dengan biaya yang kecil aset dapat dikategorikan menjadi beberapa bagian atau berdasarkan bentuknya, aset berwujud termasuk tanah, bangunan, uang, emas, uang tunai, peralatan kantor, surat berharga, barang, mesin, dan berbagai benda yang dapat dilihat atau dirasakan. tujuan penelitian ini ada untuk mengetahui bagaimana cara analisis manajemen aset pemerintah kabupaten simeulue tentang infrastruktur bangunan terbengkalai dan untuk mengetahui faktor penghambat analisis manajemen aset pemerintah kabupaten simeulue tentang infrastruktur bangunan terbengkalai. penelitian ini menggunakan teori manajemen aset oleh doli d. siregar, dengan indikator minimize cost of ownership, maximize asset availability, dan maximize asset ultization yang merupakan sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi masa depan diharapkan akan diperoleh entitas. studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, melibatkan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen terkait. adapun hasil penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen aset pemerintah kabupaten simeulue dengan fokus pada infrastruktur bangunan yang terbengkalai, menunjukkan bahwa faktor-faktor utama yang menyebabkan terbengkalainya infrastruktur bangunan di kabupaten simeulue meliputi kurangnya anggaran dalam melanjutkan pembangunan gedung yang terbengkalai ini, terjadinya reconfusing atau pergeseran anggaran yang disebabkan oleh covid-19. kata kunci: manajemen aset, bangunan terbengkalai, dan pemerintah kabupaten simeulue
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS MANAJEMEN ASET PEMERINTAH KABUPATEN SIMEULUE TENTANG INFRASTRUKTUR BANGUNAN TERBENGKALAI (STADION BOLA KAKI DAN GEDUNG OLAHRAGA). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik,
Baca Juga : OPTIMALISASI PERAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BESAR TERHADAP PENGELOLAAN ASET DAERAH (STUDI KASUS : GEDUNG PASAR MODERN LAMBARO) (Khaira Ummah, 2023)
Abstract
Asset management is an action with the lowest possible costs and assets must not be destroyed or lost unless they have to be destroyed or written off, so that assets can or provide the maximum possible benefits with small costs. Assets can be categorized into several parts or based on their form, tangible assets including land, buildings, money, gold, cash, office equipment, securities, goods, machines, and various objects that can be seen or felt. The aim of this research is to find out how to analyze the Simeulue Regency government's asset management regarding abandoned building infrastructure and to find out the inhibiting factors in the Simeulue Regency government's asset management analysis regarding abandoned building infrastructure. This research uses the Asset Management theory by Doli D. Siregar, with indicators minimize cost of ownership, maximize asset availability, and maximize asset ultization which are resources controlled by an entity as a result of past events and from which future economic benefits are expected to accrue to the entity. This study uses a qualitative approach with a descriptive analysis method, involving data collection through in-depth interviews, field observations, and analysis of related documents. The results of this research aim to analyze the asset management of the Simeulue Regency government with a focus on abandoned building infrastructure, showing that the main factors causing the abandonment of building infrastructure in Simeulue Regency include the lack of budget to continue the construction of these abandoned buildings, the occurrence of reconfusing or budget shifts caused by COVID-19. Keywords: Asset Management, Abandoned Buildings, and Simeulue Regency Government
Baca Juga : PERANCANGAN GEDUNG OLAHRAGA SERBAGUNA (GOS) DI MEULABOH ACEH BARAT (DHI ALFATA DASFA, 2025)