Pada penelitian ini digunakan selulosa asetat untuk pembuatan membran asimetrik dengan metode inverse fasa. dalam memisahkan kandungan logarn-logam berat pada air sumur di daerah yang terkena bencana tsunami digunakan proses ultrafiltrasi, dimana tekanan yang digunakan yaitu sebesar 1 bar; 1,25 bar dan 1,5 bar. pada proses ultrafiltrasi umpan dilewatkan melalui membran dengan memberikan tekanan yang bersumber dari kompresor. kandungan logam-logam berat yang dianalisa adalah mn dan fe. pada hasil analisa awal diperoleb kandungan mn dan fe masing-masing sebesar 3,692 mg/1 dan 0,284 mg/1. untuk analisa permeat konsentrasi mn dan fe berkurang masing-masing menjadi 0,435 mg/i dan 0,095 mg/1, dimana permeat yang dianalisa adalah permeat pada membran dengan konsentrasi selulosa asetat 15% dan tekanan 1,5 bar. fluks terbesar untuk air sumur diperoleh pada membran dengan konsentrasi selulosa asetat 15% dan 1,5 bar adalah 10,50 ml/det.m2 besarnya nilai rejeksi observasi mn yaitu 88,2% dan rejeksi observasi fe sebesar 67%. pada penelitian ini dapat diketahui bahwa hasil pemisahan dengan membran selulosa asetat yang menggunakan proses ultrafiltrasi mampu mengurangi konsentrasi mn dan fe. kata kunci: membran selulosa asetat, ultrafiltrtasi, logam berat, fluks, rejeksi observasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KARAKTERISASI MEMBRAN ULTRAFILTRASI PADA PEMISAHAN LOGAM FE DAN MN DARI AIR SUMUR. Banda Aceh Fakultas Teknik,
Baca Juga : PENURUNAN KANDUNGAN LOGAM BESI (FE) DALAM AIR SUMUR DENGAN MENGGUNAKAN MEMBRAN ULTRAFILTRASI, AERASI DAN BENTONIT (Das Fadhli, 2022)
Abstract
Baca Juga : MODIFIKASI TEKNIK ULTRAFILTRASI UNTUK REDUKSI COLIFORM, LOGAM FE DAN MN PADA AIR SUMUR MASYARAKAT BANDA ACEH PASCA 14 TAHUN TSUNAMI (NANDA ERWINDA, 2019)