Investigasi kecelakaan lalu lintas kendaraan sering kali bergantung pada kesaksian saksi mata, yang bisa jadi tidak dapat diandalkan, terutama di daerah terpencil yang tidak memiliki rekaman televisi sirkuit tertutup (cctv). pencatat data seluler dikembangkan, dilengkapi dengan berbagai sensor, termasuk akselerometer dan giroskop, untuk mengumpulkan dan menyimpan data yang terkait dengan pergerakan kendaraan. sebuah program tambahan yang digerakkan oleh flutter dikembangkan untuk mengekstrak dan memvisualisasikan data dari pencatat data bergerak, dan dengan demikian meningkatkan keakuratan deteksi kecelakaan dan memungkinkan insiden dibangun kembali. program-program ini telah melalui pengujian blackbox, yang memberikan hasil yang konsisten dengan hasil yang diantisipasi baik untuk perekaman maupun pengujian visualisasi data. aplikasi visualisasi data telah menjalani pengujian dengan menggunakan teknik skala kegunaan sistem (sus) dan memperoleh skor 89,5, yang sesuai dengan nilai a, nilai tertinggi dari 5 tingkat nilai.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
VISUALISASI DATA PERJALANAN KENDARAAN BERBASIS ANDROID UNTUK REKONSTRUKSI KECELAKAAN. Banda Aceh ,2024
Baca Juga : BIAYA KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA BANDA ACEH (RIA OCHTAVIA, 2018)
Abstract
Vehicle traffic accident investigations often depend on eyewitness testimony, which can be unreliable, especially in remote areas where no closed circuit television (CCTV) footage is available. A mobile data logger was developed, equipped with a range of sensors, including an accelerometer and gyroscope, to collect and store data related to vehicle movements. An additional Flutter-driven program was developed to extract and visualize data from the mobile logger, and thus improve the accuracy of accident detection and allow incidents to be rebuilt. These programs were subjected to black-box testing, which produced results consistent with the anticipated outcomes for both the recording and data visualization tests. The data visualization application was subjected to testing using the system usability scale (SUS) technique and obtained a score of 89.5, corresponding to an A grade, the highest possible score of the 5 grade levels.