Meningkatnya kasus kekerasan seksual yang marak terjadi di indonesia, khususnya dalam lingkup perguruan tinggi telah mendorong isu tersebut diangkat dalam film berjudul "penyalin cahaya". film "penyalin cahaya" menggambarkan berbagai aspek kekerasan seksual dan bagaimana perempuan menunjukkan keberanian dalam menghadapi situasi tersebut. film penyalin cahaya sukses meraih beberapa nominasi dan penghargaan dalam festival film indonesia (ffi) 2021. penelitian ini bertujuan untuk mempresentasikan tentang keberanian perempuan dan adegan apa saja yang termasuk ke dalam bentuk kekerasan seksual di dalam film penyalin cahaya dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis sara mills. metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. analisis wacana kritis sara mills membantu mengkaji bagaimana posisi subjek dan objek, serta peran penulis dan penonton tercermin dalam narasi film. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam film penyalin cahaya, sur menjadi subjek pencerita yang menceritakan bagaimana perlakuan yang ia alami dan yang ia lihat. sedangkan posisi rama adalah sebagai objek dalam perspektif atau sudut pandang sur sendiri. posisi penonton menempatkan dirinya dalam posisi sur dan menghayati perjuangan sur selama mengungkapkan dalang dibalik kasusnya. kata kunci: keberanian perempuan, kekerasan seksual, film penyalin cahaya, analisis wacana kritis
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEBERANIAN PEREMPUAN PADA PERILAKU KEKERASAN SEKSUAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA (PHOTOCOPIER). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Sosiologi,2024
Baca Juga : REPRESENTASI PEMBUNGKAMAN TERHADAP PENYINTAS PELECEHAN SEKSUAL DALAM FILM PENYALIN CAHAYA (ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE) (MUHAMMAD ANANDA KAUTSAR, 2024)
Abstract
The increasing cases of sexual violence that are rampant in Indonesia, especially in the scope of higher education, have prompted the issue to be raised in a movie entitled “Penyalin Cahaya”. The movie “Penyalin Cahaya” depicts various aspects of sexual violence and how women show courage in facing the situation. Penyalin Cahaya successfully won several nominations and awards in the 2021 Indonesian Film Festival (FFI). This research aims to present the courage of women and what scenes are included in the form of sexual violence in the Film Penyalin Cahaya by using Sara Mills' critical discourse analysis approach. The research method used is qualitative, with data collection techniques through literature study. Sara Mills' critical discourse analysis helps examine how the position of subjects and objects, as well as the roles of writers and audiences are reflected in the film's narrative. The results of this study show that in the movie copyist Light, Sur becomes the subject of the storyteller who tells how the treatment he experienced and what he saw. While Rama's position is as an object in Sur's own perspective or point of view. The audience's position puts itself in Sur's position and appreciates Sur's struggle to reveal the mastermind behind his case. Keywords: Women's Courage, Sexual Violence, Light Copier Film, Critical Discourse Analysis
Baca Juga : ANALISIS IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM FILM 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA (Wirdatul Isnani, 2016)