Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Amni Syukra, EKSTRAKSI PEKTIN DARI KULIT (POD) COKLAT (THEOBROMA CACAO L) DENGAN VARIASI TINGKAT KEASAMAN (PH) DAN WAKTU EKSTRAKSI. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2007

Amni syukra, 0251510006. ekstraksi pektin dari kulit (pod) coklat (theobroma cacao l) dengan variasi tingkat keasaman (ph) dan waktu ekstraksi. dibawah bimbingan yusya' abubakar dan nida ei husna ringkasan peningkatan luas areal perkebunan khususnya tanaman coklat menyebabkan peningkatan produksi buah coklat. peningkatan produksi buah coklat mengakibatkan semakin banyaknya kulit buah coklat yang tidak di manfaatkan. salah satu altematif pemanfaatan kulit buah coklat yang potensial adalah sebagai bahan dasar pembuatan pektin. menurut sulthonuddin. et al (2000) kulit buah coklat mengandung pektin sekitar 1,55 %. pektin dapat digunakan sebagai zat penstabil (stabilizer) pada produk makanan olahan, dan juga sebagai pengental atau pemekat pada minuman. makanan olahan yang mengandung pektin diantaranya, susu kental manis. jeli, selai. es krim. sirup dan sari buah. pektin dari limbah kulit coklat dapat diperoleh melalui proses ekstraksi. faktor yang paling mempengaruhi proses ekstraksi ini antara lain adalah ph, suhu dan lama ekstraksi. sehingga penelitian ini dilakukkan untuk mengetahui pengaruh tingkat keasaman (ph) dan waktu ekstraksi terhadap rendemen dan mutu pektin yang diekstrak dari kulit buah coklat. rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (ral) faktorial pola 3 x 3 dengan 2 kali ulangan. faktor yang diteliti adalah tingkat keasaman (ph) dan waktu ekstraksi. tingkat keasaman (ph) (a) terdiri dari tiga taraf yaitu 1,5, 2,25 dan 3. waktu ekstraksi (b) terdiri dari tiga taraf yaitu 45 menit, 60 menit dan 75 menit. parameter yang diamati dan dianalisis pada pektin yang dihasilkan meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar metoksil, berat ekuivalen dan kadar asam anhidrogalakturonat. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keasaman (ph) (a) berpengaruh sangat nyata (p < 0.01) terhadap kadar abu dan asam anhidrogalakturonat. berpengaruh nyata (p< 0,05) terhadap kadar air dan berpengaruh tidak nyata (p >0,05) terhadap rendemen, kadar metoksil dan berat ekuivalen pektin. waktu ekstraksi 0,05) terhadap rendemen, kadar metoksil dan berat ekuivalen pektin. waktu ekstraksi (b) berpengaruh sangat nyata (p < 0,01) terhadap kadar abu dan asam anhidrogalakturonat, berpengaruh nyata (p < 0,05) terhadap berat ekuivalen dan berpengaruh tidak nyata (p > 0,05) terhadap rendemen, kadar air dan kadar metoksil pektin. lnteraksi antar tingkat keasaman (a) dan waktu ekstraksi (b) berpengaruh sangat nyata (p < 0,01) terhadap kadar abu dan berpengaruh tidak nyata (p > 0,05) (8) berpenganih sangat nyata 0 s 0,01) terhadap kadar abu dan asam anhidrogalakturont. . rendemen tertinggi diperoleh dari tingkat keasaman i,5 dengan waktu ekstraksi selama 45 menit yaitu 1,051 %. sedangkan tendemen terendah diperoleh perlakuan terbaik diperoleh pada tingkat keasaman 3 dengan waktu ekstraksi 75 menit yaltu 0,683 %. perlakuan terbaik diperoleh dari tingkat keasaman 2,25 (a2) dengan waktu ekstraksi 60 menit (b2). karakteristik pektin yang dihasilhan hendemen 1,02 %, kadar air 8,98 %, kadar abu 7,63 %, kadar metoksil 6,42 %, berat ekuivalen 3891.11 dan kadar asam anhidrogalakturonat 40,96 %. pektin kulit buah coklat yang dihasilkan berwarna coklat diduga karena terjadinya reaksi pencok.latan atau browning



Abstract



    SERVICES DESK