Rendahnya pengetahuan ibu tentang antanatal care (anc) menyebabkan rendahnya partisipasi ibu dalam melakukan kunjungan anc sehingga dapat mengakibatkan tingginya angka kematian ibu dan anak yang disebabkan komplikasi selama kehamilan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan antenatal care ibu hamil dengan perilaku kunjungan pemeriksaan kehamilan di wilayah kerja puskesmas krueng barona jaya aceh besar. jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebesar 85 ibu hamil trimester iii. pengambilan data melalui kuesioner yang terdiri dari 26 soal pengetahuan anc yang telah dilakukan uji validitas dengan nilai r> 0,444 dan nilai reliabilitas 0,918 pada 20 responden. analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan pengujian statistik melalui uji chi square. hasil penelitian menunjukkan 62,4% responden memiliki pengetahuan baik tentang anc dan 77,6% responden memiliki perilaku yang baik dalam melakukan kunjungan kehamilan. berdasarkan hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan antenatal care ibu hamil dengan perilaku kunjungan pemeriksaan kehamilan di wilayah kerja puskesmas krueng barona jaya dengan p-value 0,000. diharapkan kepada ibu hamil tetap teratur melakukan kunjungan anc untuk memantau kesehatan serta tenaga kesehatan dapat lebih memantau kunjungan ibu hamil untuk memastikan apakah sudah sesuai standar yang ditetapkan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN PENGETAHUAN ANTENATAL CARE IBU HAMIL DENGAN PERILAKU KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA ACEH BESAR. Banda Aceh ,2024
Baca Juga : HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS INGIN JAYA (Nida Ulhaq, 2016)
Abstract
Low maternal knowledge about Antenatal Care (ANC) contributes to low participation in ANC visits, which can result in high maternal and child mortality due to complications during pregnancy. This study aims to examine the relationship between pregnant women’s knowledge of Antenatal Care and their behavior regarding pregnancy check-up visits in the working area of the Krueng Barona Jaya Health Center, Aceh Besar. This research adopts a quantitative approach with a cross-sectional design. The study employed total sampling, with a sample size of 85 third-trimester pregnant women. Data were collected using a questionnaire consisting of 26 questions related to ANC knowledge, which had undergone validity testing with a value of r>0,444 and a reliability score of 0,918 based on 20 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis, with statistical testing conducted through the chi-square test. The finding revealed that 62,4% of respondents had good knowledge of Antenatal Care, and 77,6% demonstrated positive behavior in attending pregnancy check-up visits. The correlation test result indicated a significant relationship between Antenatal Care knowledge and pregnancy check-up behavior among pregnant women in the Krueng Barona Jaya Health Center’s working area, with a p-value of 0,000. It is recommended that pregnant women maintain regular ANC visits to monitor their health, and health workers should closely monitor these visits to ensure compliance with established standards.