Pektin merupakan polisakarida yang menyusun sepertiga bagian dinding sel tanaman. kandungan pektin yang tertinggi terdapat pada kulit jeruk. jeruk nipis saat ini dimanfaatkan dalam berbagai jenis produk olahan namun bagian kulitnya hanya terbuang sebagai limbah sehingga sifat asamnya dapat menurunkan ph tanah dan kelarutan o2 pada tanah semakin berkurang yang dapat menyebabkan kesuburan tanah menurun. di samping itu limbah tersebut juga dapat menimbulkan bau. salah satu altematif permasalahan ini adalah dengan mengolah limbah jeruk tersebut menjadi pektin. dimana saat ini indonesia masih tergantung dengan pektin impor. pektin ini dimanfaatkan pada industri sari buah, selai, marmalade dan sebagainya. proses pembuatan pektin meliputi persiapan bahan, ekstraksi, penggurnpalan dan pencucian menggunakan alkohol 95% serta pengeringan dengan menggunakan freeze dryer. pada proses ekstraksi dilakukan variasi asam dan lama ekstraksi. asam yang digunakan adalah asam sitrat (a1) dan asam klorida (a2) serta lama ekstraksi yang digunakan 30 (b1), 45 (b2), 60 (b3), dan 75 (b4) menit. pemilihan variasi ini dikarenakan ph, suhu, dan lama ekstraksi sangat mempengaruhi pembentukan kadar metoksil yang dapat menentukan mutu pektin. pektin mempunyai 2 golongan yaitu pektin metoksil tinggi (> 7% gugus metoksil) dan metoksil rendah (
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PEMBUATAN PEKTIN KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA SWINGLE) DENGAN VARIASI ASAM DAN LAMA EKSTRAKSI. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2006
Baca Juga : EFEKTIVLTAS MINYAK ATSIRI KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA SWINGLE.) TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES AEGYPTI L. INSTAR III (Lia Diana, 2023)