Kotoran kambing sqjauh ini belum dimanfaatkan dalam pembuatan bokasi. kotoran kambing hanya dijadikan pupuk kandang saja yang memerlukan waktu (2-3 bulan) sebelum menjadi pupuk kandang. sebagian besar kotoran kambing lainya bahkan dibiarkan saja sehingga mencemari lingkungan. penelitian ini bertujuan memanfaatkan kotoran kambing sebagai salah satu bahan onganik utama dalam pembuatan bokasi. mengingat karakteristik kotoran kambing yang berbentuk butiran-butin kecil, namun dengan tekstur yang lebih keras dari kotoran sapi, maka dibutuhkan lama fermentasi yang lebih panjang dari bokasi kotoran sapi. penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah (rpt) atau slit plot yang terdiri dari petak utama dan anak petak. petak utama adalah konsentrasi kotoran kambing yang terdiri dari 3 taraf yaitu: ki = 45%, k2 = 55%, dan k3 = 65% . anak petak adalah lama fermentasi (l) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: li = 10 hari, l2 = 15 hari, l3 = 20 hari,14 = 25 hari, dengan menggunakan 2 kali ulangan (u), sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. analisis yang dilakukan terhadap bokasi yang dihasilkan meliputi: total mikroorganisme (tcc), kadar air, ph, temperatur, unsur c, unsur n, rasio c/n, organolaptik (tekstur, bau dan warna), dan uji tanaman. hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kotoran kanbing (k) pada pembuatan bokasi berpengaruh sangat nyata terhadap unsur n (nitrogen) dan tinggi tanaman serta berpengaruh nyata terhadap kadar air dan unsur c (karbon). semakin meningkat konsentrasi kotoran kambing maka kadar air, unsur n (nitrogen), unsur c (karbon) bokasi dan tinggi tanaman oenderung semkin meningkat lama fermentasi (l) berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, unsur c (kalbon), rasio c/n dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. semakin lama fermentasi, kadar air, unsur c (karbon) dan rasio can bokasi cenderung semakin menurun, sebaliknya tinggi tanaman cenderung semakin meningkat. interaksi antara konsentrasi kotoran kambing dan lama fermentasi (kl) yang digunakan pada pembuatan bokasi berpengaruh nyata terhadap kadar air dan unsur c (karbon) bokasi. semakin tinggi konsentrasi kotoran kambing unsur c bokasi cenderung semakin meningkat, sebaliknya semakin lama fermentasi unsur c cenderung semakin menurun. secara umum pada perlakuan lama fermentasi l2 ( 15 hari) bokasi sudah memenuhi syarat sni, namun pada perlakuan lama fermentasi k3l4 (k3 = 65% kotoran kambing dan l4 = 25 hari fermentasi ) diperoleh bokasi yang terbaik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH KONSENTRASI KOTORAN KAMBING DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU BOKASI. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2012
Baca Juga : PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PULP KOPI DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU BOKASI (Donny Heansyah Putra, 2017)