Abstrak prarancangan pabrik aluminium sulfat ini menggunakan bauksit dan asam sulfat 78% sebagai bahan baku. proses produksi secara keseluruhan menggunakan proses kontinyu dengan melibatkan proses pemasakan bauksit dengan asam sulfat, pemurnian dan penguapan. kapasitas produksi pabrik aluminium sulfat ini adalah sebesar 60 ton perhari. bentuk perusahaan yang direncanakan adalah perseroan terbatas (pt) dengan metode struktur organisasi garis dan staf. kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 160 orang. lokasi pabrik direncanakan didirikan di krueng geukeuh, kecamatan dewantara, kabupaten aceh utara, nanggroe aceh darussalam dengan luas tanah 27.600 m. sumber air untuk kebutuhan pabrik aluminium sulfat ini berasal dari sungai krueng peusangan dan untuk memenuhi kebutuhan listrik diperoleh dari generator dengan daya 650kw. hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut: a. total biaya produksi (tpc) = rpl09.653.871.056 b. total lnvestasi (tc) = rp162.033.332.182,- c. harga penjualan produk =rp180.433.172.700 d. keuntungan kotor = rp 70.779.301.644 - e. keutungan bersih = rp 53.084.476.233 f. laju pengembalian modal (ror) i. sebelum pajak = 45,78% tahun ii. setelah pajak = = 34,33% tahun g. waktu pengembalian modal (pot) i. i. sebelum pajak = 2.18 tahun ii. setelah pajak = 2,91 tahun h. benefit cost ratio (bcr) = 1,11 i. break event point (bep) = 42,10% j. internal rate of return (irr) = 28,81 % berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perancangan pabrik aluminium sulfat dari bausit ini layak untuk dilanjutkan ketahap konstruksi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PRARANCANGAN PABRIK ALUMINIUM SULFAT DARI BAUKSIT DENGAN KAPA.SITAS PRODUKSI 60 TON PERHARI. Banda Aceh Fakultas Teknik,2009
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK ALUMINIUM SULFAT DARI KAOLIN DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 19.800 TON/TAHUN (Mira Maulida, 2024)
Abstract
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK ALUMINIUM SULFAT DARI KAOLIN DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 50 TON/HARI (Alvan ade Reza, 2024)