Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SORAYA SYUKRIAH, EFEKTIVITAS DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) TERHADAP RNMORTALITAS DAN PERKEMBANGAN ULAT GRAYAK (SPODOPTERA LITURA F.) RNDI LABORATORIUM. Banda Aceh FakultasPertanian Proteksi Tanaman (S1),2024

Spodoptera. f. merupakan hama polifag yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada tanaman, seperti daun yang robek, terpotong, dan berlubang, sehingga berdampak pada penurunan produksi atau gagal panen. penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun ketepeng cina (c. alata) sebagai pestisida nabati terhadap hama spodoptera. f. penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan lima konsentrasi ekstrak (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) dan empat ulangan. pengamatan yang dilakukan meliputi mortalitas, penghambat makan, rata-rata waktu kematian, persentase pupa terbentuk dan persentase imago yang muncul. hasil pengujian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 25% memberikan mortalitas tertinggi (72,11%) dan menghambat perkembangan spodoptera. f. dari larva menjadi pupa secara signifikan. persentase pupa yang terbentuk paling rendah tercatat pada konsentrasi 25%, yaitu 12%, sementara konsentrasi 5% mencatat mortalitas terendah (29,14%). studi ini menunjukkan potensi besar daun ketepeng cina sebagai biopestisida dalam pengelolaan hama yang ramah lingkungan



Abstract

Spodoptera. F. is a polyphagous pest that can cause serious damage to plants, such as torn, cut and holed leaves, resulting in reduced production or crop failure. This research aims to test the effectiveness of Chinese ketepeng (C. alata) leaf extract as a botanical pesticide against Spodoptera pests. F. The research was carried out in the laboratory using a Completely Randomized Design (CRD) with five extract concentrations (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) and four replications. Observations made included mortality, feeding barriers, average time to death, percentage of pupae formed and percentage of imago that emerged. The test results showed that an extract concentration of 25% gave the highest mortality (72.11%) and inhibited the development of Spodoptera. F. from larvae to pupae significantly. The lowest percentage of pupae formed was recorded at a concentration of 25%, namely 12%, while a concentration of 5% recorded the lowest mortality (29.14%). This study shows the great potential of Chinese ketepeng leaves as a biopesticide in environmentally friendly pest management



    SERVICES DESK