Sektor pertanian khususnya perkebunan kelapa sawit pada dewasa ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit. melemahya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat dan terjadinya krisis di beberapa negara di dunia mengakibatkan harga sawit mentah atau crude palm oil (cpo) juga ikut mengalami penurunan yang signifikan. harga sawit yang cenderung menurun mengakibatkan pendapatan petani menurun dan kesejahteran petani juga ikut menurun. hal ini dirasakan juga oleh para petani kelapa sawit di kecamatan kota bahagia kabupaten aceh selatan yang kesulitan untuk meningkatkan produksi pertanian dengan kondisi biaya operasional tidak bisa dirampingkan dan cenderung meningkat. hal ini mengakibatkan pendapatan semakin sedikit sehingga menyulitkan petani untuk memenuhi kebutuhan hidup. adapun tujuan pelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan dan tingkat kesejahteraan petani kelapa sawit di kecamatan kota bahagia. sampel dalam penelitian ini terdiri dari 83 petani kelapa sawit di kecamatan kota bahagia, kabupaten aceh selatan. metode analisis yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif. hasil penelitian didapatkan bahwa pendapatan petani sawit di kecamatan kota bahagia kabupaten aceh selatan pada kategori rendah. pendapatan petani sawit yang tertinggi adalah sebesar rp.79.184.000/tahun sedangkan pendapatan yang terendah atau terkecil adalah sebesar rp. 8.368.000/tahun. pendapatan rata-rata usaha tani sawit di kecamatan kota bahagia adalah sebesar rp. 29.896.458/tahun. petani sawit yang memiliki pendapatan rendah sebanyak 53 orang (63,86%), petani sawit yang memiliki pendapatan sedang 24 orang (28,92%) dan yang memiliki pendapatan tinggi adalah sebanyak 6 orang (7,23%). tingkat kesejahteraan petani kelapa sawit di kecamatan kota bahagia, kabupaten aceh selatan pada kategori sedang. tingkat kesejahteraan petani sawit paling tinggi berdasarkan persentase konsumsi pangan terhadap pendapatan keluarga petani pertahun sebesar adalah sebesar 98%, sedangkan yang paling rendah adalah sebesar 17%. nilai rata-rata tingkat kesejahteraan petani sawit di kecamatan kota bahagia adalah sebesar 54,58% kategori tingkat kesejahteraan sedang. petani sawit yang memiliki tingkat kesejahteraan rendah sebanyak 22 petani (26,51%). petani sawit yang memiliki tingkat kesejahteraan sedang sebanyak 40 petani (48,19%) dan petani sawit yang memiliki tingkat kesejahteraan tinggi sebanyak 21 petani (25,30%).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN KOTA BAHAGIA. Banda Aceh Fakultas Pertanian Agribisnis (S1),2024
Baca Juga : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONVERSI LAHAN TANAMAN KAKAO MENJADI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA (MARZUKI YUSRIADI, 2015)
Abstract
The agricultural sector, particularly the oil palm plantation industry, has significantly contributed to improving the welfare of oil palm farmers in recent times. However, the depreciation of the Indonesian rupiah against the US dollar and the economic crises in several countries around the world have led to a significant decrease in the price of crude palm oil (CPO). The declining price of palm oil has resulted in a reduction in farmers' income and a corresponding decrease in their welfare. This situation is also being experienced by oil palm farmers in Kota Bahagia Subdistrict, South Aceh Regency, who are finding it difficult to increase agricultural production due to the rising operational costs that cannot be reduced. As a result, their income is decreasing, making it difficult for them to meet their living needs. The aim of this study is to determine the income level and welfare level of oil palm farmers in Kota Bahagia Subdistrict. The sample in this study consists of 83 oil palm farmers in Kota Bahagia Subdistrict, South Aceh Regency. The analytical method used is descriptive statistical analysis. The results of the study show that the income of oil palm farmers in Kota Bahagia Subdistrict, South Aceh Regency, falls into the low category. The highest income of oil palm farmers is IDR 79,184,000 per year, while the lowest income is IDR 8,368,000 per year. The average income of oil palm farming in Kota Bahagia Subdistrict is IDR 29,896,458 per year. There are 53 farmers (63.86%) with low income, 24 farmers (28.92%) with moderate income, and 6 farmers (7.23%) with high income. The welfare level of oil palm farmers in Kota Bahagia Subdistrict, South Aceh Regency, falls into the moderate category. The highest level of welfare, based on the percentage of food consumption relative to annual household income, is 98%, while the lowest is 17%. The average welfare level of oil palm farmers in Kota Bahagia Subdistrict is 54.58%, categorized as moderate. There are 22 farmers (26.51%) with low welfare levels, 40 farmers (48.19%) with moderate welfare levels, and 21 farmers (25.30%) with high welfare levels.