Pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, membuat kebutuhan akan ikan sebagai sumber protein juga meningkat, nelayan di berbagai wilayah berupaya untuk memenuhi permintaan ini dengan meningkatkan intensitas penangkapan ikan. namun, metode penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan telah mengakibatkan penurunan populasi ikan dan degradasi ekosistem laut. penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keramahan lingkungan dari berbagai alat penangkapan ikan di kabupaten aceh barat berdasarkan kriteria code of conduct for responsible fisheries dalam fao 1995. penelitian dilaksanakan pada bulam juni 2024 di kabupaten aceh barat. metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei, dimana data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan nelayan. analisis data yang digunakan aadalah analisis keramahan lingkungan alat penangkapan ikan berdasarkan pembobotan skor. hasil penelitian menunjukkan bahwa pancing tonda dan pancing ulur memiliki tingkat keramahan lingkungan tertinggi, dengan nilai masing-masing 36 dan 35, dikategorikan sebagai sangat ramah lingkungan. pukat cincin, jaring insang millennium, bubu, dan payang juga masuk kategori ini dengan nilai 33, 33, 31, dan 30. sebaliknya, trawl nilai 26 dan jaring insang berlapis nilai 27 dikategorikan kurang ramah lingkungan karena dampak negatifnya terhadap habitat laut dan tingginya tangkapan sampingan. kata kunci: alat tangkap, ccrf, ramah lingkungan, aceh barat
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI ALAT PENANGKAPAN IKAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS CCRF DI KABUPATEN ACEH BARAT. Banda Aceh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan,2024
Baca Juga : IDENTIFIKASI ALAT PENANGKAPAN IKAN BERBASIS CODE OF CONDUCT FOR RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) KUALA TADU DAN KUALA TUHA KABUPATEN NAGAN RAYA (KAMARUL SYAHKUWAN, 2025)
Abstract
As population growth increases, the demand for fish as a source of protein also increases, and fishermen in various regions are trying to meet this demand by increasing the intensity of fishing. However, unsustainable fishing methods have resulted in declining fish populations and degradation of marine ecosystems. This study aims to assess the level of environmental friendliness of various fishing gear in West Aceh District based on the Code of Conduct for Responsible Fisheries criteria in FAO 1995. The research was conducted in June 2024 in West Aceh District. The research method used was a descriptive method with a survey technique, where data were collected through direct interviews with fishermen. The data analysis used was the analysis of the environmental friendliness of fishing gear based on score weighting. The results showed that the trolling line and handline had the highest level of environmental friendliness, with scores of 36 and 35 respectively, categorized as very environmentally friendly. Purse seines, millennium gill net, traps, and danish seine also fell into this category, scoring 33, 33, 31, and 30. In contrast, trawls scored 26 and layered gill nets scored 27 and were categorized as less environmentally friendly due to their negative impacts on marine habitats and high bycatch. Keywords: Fishing gear, CCRF, environmentally friendly, West Aceh
Baca Juga : ANALISIS ALAT PENANGKAPAN IKAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS CCRF DI PELABUHAN PERIKANAN PANTEJAYA, KABUPATEN PIDIE JAYA (NURMASYITAH WALI, 2023)