Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Antoni Fajar, UJI PERFOMANSL ALAT PENCACAH DAUN MLMBA (AZADIRACHTA INDICA A. JUSS) SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011

Mimba (azadirachta indica a. juss), terutama dalam biji dan daunnya mengandung senyawa aktif utama azadiraktin yang diduga sangat bemanfaat, mempunyai kerakteristik mampu mengusir organisme penggangu pada tanaman dalam bidang pertanian. nanun pemanfaatan tanaman mimba oleh petani sebagai pestisida hanya dimanfaatkan dengan cara memblender daun mimba dengan kapasitas yang kecil dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses pembuatannya. penelitian ini bertujunn untuk membuat dan menguji performansi alat pencacah daun mimba. ruang lingkup yang diteliti meliputi uji performansi mesin diantaranya kapasitas pencacahan, rendemen pencacalian, dan persentase mimba yang tidak tercacah. pada penelitian ini melibatkan dua veriabel yaitu faktor i bentuk mata pisau yang terdiri 3 jenis (tipe u, tipe s, tipe v ) dan faktor 11 kecepatan putar motor yang digunakan, terdiri dari 3 putaran yaltu (700 rpm, 1400 rpm, dan 2800 rpm). sehingga pada penelitian ini terdapat 9 kombinasi perlakuan. hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas dari mesin pencacahan daun mimba diperoleh sebesar 625 kg/jam dengan menggunakan pisau u pada kecepatan 2800 rpm dan 6,25 kofam dengan pisau v pada kecepatan 1400 rpm dan 2800 rpm. penggunaan mata pisau s diperoleh kapasitas sebesar 4 kg/jam pada kecepatan 1400 dan 2800 rpm. persentase rendemen tertinggi diperoleh dengan penggunaan mata pisau v sebesar 92 % pada kecepatan 2800 rpm. penggunaan mata pisau u persentase rendemen diperoleh sebesar 89 % pada kecepatan 2800 pin dan untuk mata pisau s sebesar 64 % pada kecepatan 2800 rpm. persentase daun tak tercacah terkecil diperoleh dengan penggunaan mata pisau v sebesar 8 % pada kecepatan 2800 rpm penggunaan mata pisau u persentase daun tak tercacah diperoleh sebesar i i % pada kecepatan 2800 rpm dan penggunaan mata pisau s persentase daun tak tercacah diperoleh sebesar 36 % prda kecepatan 2800 rpm. berdasarkan data perhitungan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penggunaan mata pisau v lebih hagus jika dibandingkan dengan penggunaan mata pisau u dan penggunaan mata pisau s. hal ini dapat dibandingkan dari hasil semua perhitungan baik hasil kapasitas, persentase rendemen dan persentase drum tak tercacah. hasil penelitian diperoleh kecepatan putaran mesin yang paling optimal melakukan operasi pencacahan adalah pada kecepatan 2800 rpm.



Abstract



    SERVICES DESK