Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Teuku Fitriansyah, RANCANG BANGUN PIROLISATOR ASAP CAIR BERBAHAN BAKAR LIMBAH BIOMASSA. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2012

Pengasapan termasuk ke dalam salah satu cara pengawetan alami dari suatu bahan pangan yang terdapat di hdonesia. umumnya masyarahat tradisional melakukan pengasapan dengan membakar kayu keras yang memiliki sifat lambat terbakar. proses pengasapan ini banyak kelemahan, antara lain memerlukan waktu yang lama, pencemaran lingkungan, proses tidak dapat dikendalikan, dan timbulnya bahaya kebakaran serta dapat membahayakan kesehatan. suatu metode alternatif yang dapat digunakan untuk menutupi kelemahan-kelemahan tersebut adalah dengan asap cair. pembuatan asap cair dilakukan dengan menggunakan alat penghasil asap cair atau pirolisator. tujuan penelitian ini adalah untuk merancang pirolisator asap cair dan menguji pirolisator dengan berbagai limbah biomassa (tempurung kelapa dan sekam padi). pirolisator asap cair terdiri dari 4 bagian utama yaitry ruang pirolisis, pipa penghubung, kondeusor dan bumer. pirolisator asap cair memiliki panjang 146 cm dan tinggi 159 cm. diameter dan tinggi ruang pirolisis adalah 33 cm dan 37 cm, diameter dan panjang pipa penghubung adalch 3/8 inchi dan 100 cm, dan diameter kondensor 4 inchi dengan panjang 100 cm. prinsip keria pirolisator ini adalah sumber panas berasal dari burner yang berada di bawah ruang pirolisis, sehingga limbah biomassa yang terdapat di dalam ruang pirolisis menjadi panas dan mengeluarkan asap. kemudian asap tersebut bergerak ke kondeusor melalui pipa penghubung akibat adanya perbedaan suhu. asap yang masuk ke kondensor menjadi cair akibat dari proses pengembunan dan cairan yang keluar dari kondeusor ini disebut asap cair. berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan selama 3 jam dengan bahan baku 2500 gr. distribusi suhu ruang pirolisis pengujian menggunakan tempurung kelapa lebih tinggi dibandingkan dengan suhu pada pengujian menggunakan sekam padi. jumlah kadar air bahan baku sekam padi lebih tinggi dibandingkan dengan kadar air tempurung kelapa. jumlah asap cair pada pengujian menggunakan tempurung kelapa lebih banyak dibandingkan dengan pengujian dengan sekam padi, dimana jumlah rata-rata asap cair pada pengujian tempurung kelapa adalah 417 ml, sedangkan jumlah rata-rata asap cair pengujian sekam padi adalah 20,33 ml. kapasitas keria alat pirolisator asap cair yang tertinggi adalah dengan menggunakan bahan baku tempurung kelapa yaitu dengan nilal rata-rata pada pengujian ini adalah 34,33 g/j.m, sedangkan pada pengujian menggunakan sekam padi nilai rata-ratanya adalah 1,47 g/j.m sehingga pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bahan baku yang paling baik untuk menghasilkan asap cair adalah tempurung kelapa bila dibandingkan dengan sekam padi.



Abstract

Baca Juga : PERANCANGAN DAN PENGUJIAN DAPUR GASIFIKASI BIOMASSA (Nyak Cilvia Frestiza, 2024)



    SERVICES DESK