Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    LAPORAN KERJA PRAKTEK
Ruhdiana Mahara, KAJIAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN SAPI POTONG DI KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES. Banda Aceh Fakultas Pertanian Budidaya Peternakan (D3),2024

Ringkasan sapi potong merupakan salah satu ternak ruminansia yang berkontribusi besar sebagai penghasil daging dalam pemenuhan kebutuhan pangan/protein hewani. sapi potong berperan sebagai penyumbang daging terbesar dari kelompok ruminansia terhadap produksi daging nasional. sehingga, apabila dikelola dengan baik akan menjadi usaha yang cukup menguntungkan. banyak dikalangan masyarakat yang memelihara ternak sapi potong, salah satunya masyarakat di kecamatan blangkejeren. akan tetapi populasi sapi potong di kecamatan blangkejeren belum stabil atau terjadi pemurunan, untuk mengatasi atau meningkatkan populasi ternak tersebut perlu memperhatikan manajemen pemeliharaan sapi potong. penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni sampai dengan bulan juli 2024 di kecamatan blangkejeren kabupaten gayo lues aceh. ada 5 desa yang dijadikan lokasi pengambilan sampel dalam penelitian ini. data yang diperlukan dalam penelitian ini berasal dari perhitungan terhadap aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak mengacu kepada pedoman yang dikeluarkan oleh direktorat jenderal peternakan diantaranya pemuliaan dan reproduksi, makanan, tatalaksana pemeliharaan, kesehatan, kandang dan perlengkapan. metode penelitian ini menggunakan metode survei untuk memperoleh data primer dan sekunder. data primer diperoleh dengan wawancara langsung dengan peternak sapi potong dilokasi penelitian. teknik penentuan jumlah sampel penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aspek teknis pemeliharaan sapi potong di kecamatan blangkejeren kabupaten gayo lues belum sesuai dengan pedoman direktorat jenderal peternakan 2015. manajemen pemeliharaan sapi potong di kecamatan blangkejeren kabupaten gayo lues masih digolongkan dalam kategori rendah dengan nilai rata-rata 417,36 dan persentase 41,736%, masih dibawah standar.



Abstract

SUMMARY Beef cattle are one of the ruminant livestock that contribute greatly as meat producers in meeting food/animal protein needs. Beef cattle are the largest contributor of meat from the ruminant group to national meat production. So, if managed properly it will be a fairly profitable business. Many people raise beef cattle, one of which is the community in Blangkejeren District. However, the population of beef cattle in Blangkejeren District is not yet stable or has decreased, to overcome or increase the population of these livestock, it is necessary to pay attention to beef cattle maintenance management. This research was conducted from June to July 2024 in Blangkejeren District, Gayo Lues Regency, Aceh. 5 villages are used as sampling locations in this study. The data needed in this study comes from calculations of technical aspects of livestock maintenance referring to the guidelines issued by the Directorate General of Animal Husbandry including breeding and reproduction, food, maintenance management, health, cages, and equipment. This research method uses a survey method to obtain primary and secondary data. Primary data is obtained by direct interviews with beef cattle farmers at the research location. The technique for determining the number of samples for this study uses the Purposive sampling method. Based on the results of the research that has been carried out, it show that the technical aspects of beef cattle maintenance in Blangkejeren District, Gayo Lues Regency are not per the 2015 Directorate General of Animal Husbandry Guidelines. Beef cattle maintenance management in Blangkejeren District, Gayo Lues Regency is still classified as low with an average value of 417.36 and a percentage of 41.736%, still below standard..



    SERVICES DESK