Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
HIKMAH ABRAR, KAJIAN PENERAPAN ASPEK TEKNIS PEMELIHARAAN KERBAU LOKAL DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA. Banda Aceh Fakultas Pertanian Peternakan (S1),2024

Peternakan kerbau merupakan komponen penting dalam pengembangan sektor peternakan untuk menunjang usaha pertanian masyarakat pedesaan. kerbau ada dua jenis, yaitu kerbau lumpur atau kerbau rawa (swamp buffalo) sebanyak 95% dan kerbau sungai (river buffalo) sebanyak 5%. secara morfologi kerbau lumpur dan kerbau sungai sangat berbeda rusdin et al., (2018), kerbau lumpur dimanfaatkan sebagai hewan ternak untuk produksi daging sedangkan kerbau sungai digunakan untuk produksi daging dan susu. aspek pemeliharaan dalam usaha peternakan adalah mencakup seluruh item yang berkaitan dengen pemeliharaan ternak, penyediaan pakan, penyediaan air minum, pemeliharaan kesehatan, pemeriksaan kebuntingan, sistem perkandangan, pengendalian penyakit, pengontrolan ternak, dan pencatatan. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sej auh mana penerapan aspek teknis pemeliharaan kerbau lokal di kecamatan kuala kabupaten nagan raya. penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari sampai februari 2024 di kecamatan kuala kabupaten nagan raya. lokasi penelitian ini meliputi 4 desa yaitu desa blang teungeh, ujong patihah, blang bintang, dan cot kumbang. penelitian ini menggunakan metode survei. jumlah responden sebanyak 60 peternak kerbau yang diwawancara menggunakan kuesioner, data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. data primer data primer diperoleh secara langsung dari peternak terpilih, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dengan penelitian seperti lembaga tingkat desa hingga kecamatan, dinas pertanian dan peternakan, serta sumber-sumber pustaka atau referensi yang digunakan dan hasil penelitian yang relevan. parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu kajian penerapan aspek teknis pemeliharaan kerbau lokal di kecamatan kuala kabupaten nagan raya meliputi, aspek pemuliaan dan reproduksi, pakan, tata laksana pemeliharaan, kesehatan, kandang dan perlengkapan. teknik pengambilan sampel secara purposive dari peternak yang telah memenuhi syarat dan penentuan jumlah sampel ditetapkan dengan rumus slovin. data yang didapat diolah dengan menghitung persentase skor kemudian dibandingkan dengan kategori yang ditetapkan direktorat jendral peternakan (1992). hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan ternak kerbau lokal yang diperoleh di kecamatan kuala kabupaten nagan raya adalah 53,66% dengan rata-rata nilai 536,6 dari 1000, diantaranya penerapan aspek teknis pemuliaan dan reproduksi 55.90% dengan rata-rata nilai 195.7 dari 350, aspek pakan 25.25% dengan nilai rata-rata 75.86 dari 300, aspek tatalaksana pemeliharaan 70.64% dengan nilai rata-rata 70.64 dari 175, aspek kesehatan 74.17% dengan rata-rata nilai yaitu 74.2 dari 100, serta aspek kandang dan perlengkapan 89.84% dengan nilai rata-rata 67.4 dari 75 dari standar yang telah ditetapkan oleh direktorat jenderal peternakan (1992). hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan aspek teknis pemeliharaan kerbau lokal di kecamatan kuala kabupaten nagan raya belum sesuai dengan pedoman direktorat jendral peternakan tahun 1992.



Abstract

Buffalo farming is an important component in the development of the livestock sector to support rural agricultural businesses. There are two types of buffalo, namely mud buffalo or swamp buffalo as much as 95% and river buffalo as much as 5%. Morphologically, mud buffalo and river buffalo are very different Rusdin et al., (2018), mud buffalo are used as livestock for meat production while river buffalo are used for meat and milk production. The maintenance aspect in livestock businesses includes all matters relating to livestock maintenance, provision of feed, provision of drinking air, health maintenance, pregnancy checks, maintenance systems, disease control, livestock control, and recording. This study aims to examine the extent to which the technical aspects of local buffalo maintenance are implemented in Kuala District, Nagan Raya Regency. This study was conducted from January to February 2024 in Kuala District, Nagan Raya Regency. The location of this study includes 4 villages, namely Blang Teungeh, Ujong Patihah, Blang Bintang, and Cot Kumbang villages. This study uses a survey method. The number of respondents was 60 buffalo farmers who were interviewed using a questionnaire, the data collected consisted of primary data and secondary data. Primary data Primary data was obtained directly from selected farmers, while secondary data was obtained from agencies related to the research such as village to sub-district level institutions, the Agriculture and Livestock Service, as well as library sources or references used and relevant research results. The parameters observed in this study were the study of the application of technical aspects of local buffalo maintenance in Kuala District, Nagan Raya Regency, including aspects of breeding and reproduction, feed, maintenance procedures, health, cages and equipment. The sampling technique was purposive from farmers who had met the requirements and the determination of the number of samples was determined by the Slovin formula. The data obtained were processed by calculating the percentage score and then compared with the categories determined by the Directorate General of Animal Husbandry (1992). The results of the study showed that the application of technical aspects of local buffalo livestock maintenance obtained in Kuala District, Nagan Raya Regency was 53.66% with an average value of 536.6 out of 1000, including the application of technical aspects of breeding and reproduction 55.90% with an average value of 195.7 out of 350, feed aspects 25.25% with an average value of 75.86 out of 300, maintenance management aspects 70.64% with an average value of 70.64 out of 175, health aspects 74.17% with an average value of 74.2 out of 100, and aspects of cages and equipment 89.84% with an average value of 67.4 out of 75 from the standards set by the Directorate General of Animal Husbandry (1992). It can be concluded that the implementation of technical aspects of local buffalo maintenance in Kuala District, Nagan Raya Regency is not in accordance with the 1992 Directorate General of Animal Husbandry guidelines.



    SERVICES DESK