M. herizal. pengaruh pupuk kandang dan amonium sulfat (za) terhadap beberapa sifat kimia tanah pada lahan yang terkena tsunami yang ditanam bawang merah (allium ascalonicum l. (di bawah bimbingan fihinda sebagai ketua dan yusnizar sebagai anggota). penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh beberapa sifat kimia tanah akibat penggunaan pupuk kandang dan amonium sulfat (za) pada lahan yang terkena tsunami yang ditanami bawang merah di desa mantak raya, kecamatan simpang tiga, kabupaten pidie. penelitian ini dilaksanakan di desa mantak raya, kecamatan simpang tiga, kabupaten pidie yang berlangsung mulai bulan agustus sampai november 2005. rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (rak) pola faktorial. faktor pertama adalah pupuk kandang (p) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu pi (10 ton ha-i), p2 (20 ton ha-i), p3 (30 ton ha-i), dan faktor kedua adalah anonium sulfat yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu ao (0 kg ha- i), ai (250 kg ha-t), a2 (500 kg ha-i), a3 (750 kg ha-i). semua dilakukan 3 kali sehingga terdapat 36 satuan percobaan. pelaksanaan penelitian ini terdiri atas persiapan lahan yang dimulai dengan tahap pembersihan lahan dari vegetasi dan kotoran-kotoran yang ada pada pemukaan top soil, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan tanah dengan cara membalikkan tanah, setelah itu dilakukan pencucian dengan memberikan air dan dibiarkan lahan tergenang selania 24 jam. kemudian dibuat bedeng dengan ukuran 120 x l00 cm dan ukuran saluran drainase antar bedeng 50 cm. pupuk kandang diberihan 3 hari setelah persiapan lahan kemudian dilakukan penyiraman sampai kapasitas lapang dan setiap bedeng ditutup kembali dengan mulsa plastik. selanjutnya 6 hari kemudian diberikan pupuk amonium sulfat lalu dilakukan penyiraman sampai kapasitas lapang, setelah itu bedeng ditutup kembali dengan menggunakan mulsa plastik, tiga hari kemudian dilakukan penaaman bawang merah dan mulsa dihilangkan. pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalanan 10 cm. pengambilan sampel tanah dilakukan pada 30 dan 60 hsp. pengambilan sampel untuk analisis pendahuluan dilakukan pada saat pemblikaan lahan (sebelum perlakuan). pengamatan dilakukan dengan menganalisis sampel tanah di laboratorium yang mencakup beberapa sifat kimia tanah yaitu: ph (h20 & kcl), daya hantar listrik (dhl), na-dd, n-total, p-tersedia, k-dd, dan c-organik. hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang berpengaruh sangat nyata terhadap ph h20 pada 30 dan 60 hsp, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap ph kcl sedangkan perlakuan amonium sulfat (za) berpengaruh sangat nyata terhadap ph h20 dan ph kcl pada 30 dan 60 hsp. perlakuan pupuk kandang maupun anonium sulfat (za) berpengaruh sangat nyata terhadap dhl, na-dd, p-tersedia, dan c-organik pada 30 dan 60 hsp. perlakuan pupuk kandang juga berpengaruh sangat nyata terhadap k-dd pada 30 dan 60 hsp, tetapi tidak belpengaruh nyata pada perlckuan anionium sulfat (za) terhadap k-dd baik pada 30 maupun 60 hsp. interaksi pupuk kandang dengan amonium sulfat (za) berpengaruh nyata yaitu pada perlakuan 30 ton ha-i dengan amonium sulfat 750 kg ha-i pada 60 hsp.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PUPUK KANDANG DAN AMONIUM SULFAT (ZA) TERHADAP BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN YANG TERKENA TSUNAMI YANG DITANAMI BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2006
Baca Juga : APLIKASI PUPUK GUANO DAN MULSA ORGANIK SERTA PENGATURAN JARAK TANAM UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TANAH DAN HASIL BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L.) (Mulyono, 2014)