Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan oleh berbagai pihak. iaporan keuangan tersebut disajikan oleh manajemen perusahaan. laporan keuangan yang berguna bagi pembuatan keputusan adalah laporan keuangan yang berkualitas yaitu yang memenuhi kriteria relevansi dan reliabilitas, yang biasanya diaudit oleh auditor independen kemudian akan memberikan opininya terhadap laporan keuangan tersebut. audit tersebut dilakukan dengan menggunakan standar prosedur yang sudah ditetapkan sehingga laporan keuangan tersebut bisa dipercaya. tetapi, akhir-akhir ini begitu banyak penelitian yang mengungkapkan kasus-kasus penghentian prematur atas prosedur audit yaitu auditor telah berani memberikan pendapat atas suatu laporan keuangan yang diauditnya padahal mereka (auditor) tidak melakukan pekerjaan secara lengkap dan mengabaikan prosedur audit. beberapa penelitian terdahulu menyimpulkan ada beberapa faktor yang menyebabkan auditor melakukan penghentian prematur atas prosedur audit. penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah faktor-faktor seperti time pressue, resiko audit, materialitas, prosedur review serta kontrol kualitas, pengaruh kelebihan beban dari klien, dan keba akan berpengaruh terhadap penchentian prematur atas prosedur audit. penelitian ini merupakan penelitian sensus, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sebagal sampel penelitian. populasi penelitian ini adalah auditor yang bekeria di kantor akuntan publik yang berada di wilayah kota banda aceh dan medan. responden dalam penelitian ini adalah anggota-angota dari kap tersebut baik itu senior maupun junior. sampel berjumlah 37 orang, yaitu dari keseluruhan jumlah populasi anggota kap, jumlah kap meliput 27 buah kap. pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner. selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara bersama sama dari tekanan waktu (x1), risiko audit (x2), materialitas (x3), prosedur review dan kontrol kualitas (x4) penganih klien (x5) dan kelebihan beban keria (x6), terhadap penghentian prematur atas prosedur audit (y). besarnya pengaruh tersebut adalah 72,5 % dan sisanya 24,1 % lagi disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. sedangkan pengujian secara parsial disimpulkan bahwa tekanan waktu (x1), resiko audit (x2), materialitas (x3), prosedur review dan kontrol kualitas (x4), dan kelebihan beban kerja (x6) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penghentian premature atas prosedur audit (y). sedangkan pengaruh klien (x5) berpengaruh secara signifikan terhadap penghentian premature atas prosedur audit (y).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGHENTIAN PREMATUR ATAS PROSEDUR AUDIT (STUDY EMPIRIS PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI KOTA BANDA ACEH DAN KOTA MEDAN). Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2008
Baca Juga : PENGARUH GENDER, TEKANAN KETAATAN DAN PENGALAMAN AUDITOR TERHADAP AUDIT JUDGMENT (STUDI EMPIRIS PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK SUMATERA UTARA) (Yuni ayu Safitri, 2025)