Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium ilmu dan teknologi benih, fakultas pertanian, universitas syiah kuala, darussalam, banda aceh, mulai dari tanggal 25 mei sampai 05 agustus 2006. benih kakao yang diteliti diperoleh dari petani di desa mesjid trienggadeng, kecamatan trienggadeng pidie jaya, yang terdiri atas dua macam wama kulit buah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh morfogenesis buah dan lama simpan terhadap viablitas benih kakao serta interaksi antara kedua faktor tersebut. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) pola faktorial. terdapat dua faktor yang diteliti yaitu morfogenesis buah dan lama simpan. faktor morfogenesis terdiri atas 2 taraf yaitu warna kulit buah kuning dan warna kulit buah jingga. faktor lama simpan terdiri atas 4 tarafyaitu 7, 14, 21, dan 28 hari. setiap kombinasi perlakuan mempunyai 3 ulangan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. peubah yang diamati adalah viabilitas benih, yaitu potensi tumbuh, daya berkecambah, keserempakan tumbuh, dan kecepatan tumbuh. hasil penelitian menunjukkan bahwa, morfogenesis buah kakao berdasarkan warna kulit buah, berpengaruh sangat nyata terhadap viabilitas benih kakao. viabilitas terbaik diperoleh pada buah kakao yang mempunyai warna kulit buah kuning. lama simpan berpengaruh sangat nyata terhadap viabilitas benih kakao. viabilitas terbaik pada lama simpan 7 hari. terdapat interaksi sangat nyata antara morfogenesis buah dan lama simpan terhadap viabilitas benih kakao yang diamati.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH MORFOGENESIS BUAH DAN LAMA SIMPAN TERHADAP VIABILITAS BENIH KAKAO (THEOBROMA CACAO L.). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007
Baca Juga : PENGARUH TINGKAT KEMASAKAN BUAH DAN PERIODE SIMPAN TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) (Ridha Maihaqi, 2024)
Abstract
Baca Juga : UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR KULIT BUAH KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) (JIMMY NAINGGOLAN, 2021)